• Kamis, 15 Oktober 2026

Harga Kedelai Impor Naik, Pemerintah Beri Subsidi Rp2.000 per Kilogram untuk Perajin Tempe

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Jumat, 12 Juni 2026 | 22:27 WIB
Harga Kedelai Impor Naik, Pemerintah Beri Subsidi Rp2.000 per Kilogram untuk Perajin Tempe
Harga Kedelai Impor Naik, Pemerintah Beri Subsidi Rp2.000 per Kilogram untuk Perajin Tempe

BOGOR, MAHATVA.ID – Pemerintah memutuskan memberikan subsidi kedelai sebesar Rp2.000 per kilogram untuk membantu para perajin tempe yang terdampak kenaikan harga kedelai impor di pasar global.

Menteri Perdagangan, Budi Santoso, mengatakan bahwa sebagian besar kebutuhan kedelai nasional masih bergantung pada impor, terutama dari Amerika Serikat. Kondisi tersebut membuat harga kedelai di dalam negeri ikut terdampak ketika terjadi kenaikan harga di pasar internasional.

“Kedelai memang mengalami kenaikan harga. Hampir seluruh kebutuhan kedelai kita masih berasal dari impor Amerika Serikat. Kondisi ini tentu dirasakan langsung oleh para perajin tempe karena harga bahan baku mereka meningkat,” ujar Budi Santoso.

Menurutnya, pemerintah tidak tinggal diam menghadapi kondisi tersebut. Untuk menjaga keberlangsungan usaha para perajin tempe sekaligus menahan dampak kenaikan harga pangan, pemerintah telah menyiapkan skema bantuan subsidi.

Keputusan tersebut diambil dalam rapat koordinasi yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), pada Selasa lalu.

“Dalam rapat yang dipimpin Pak Menko Bidang Pangan, Pak Zulhas, diputuskan bahwa kedelai akan mendapatkan subsidi sebesar Rp2.000 per kilogram,” jelasnya.

Pada tahap awal, pemerintah akan menyalurkan subsidi untuk sekitar 250 ribu ton kedelai impor yang berasal dari Amerika Serikat. Program ini diharapkan dapat membantu menekan biaya produksi yang harus ditanggung para perajin tempe di berbagai daerah.

Budi Santoso menegaskan bahwa kebijakan tersebut merupakan langkah konkret pemerintah dalam menjaga stabilitas sektor pangan sekaligus melindungi pelaku usaha kecil dan menengah yang bergantung pada bahan baku kedelai.

“Tujuannya adalah untuk meringankan beban para perajin tempe akibat kenaikan harga kedelai yang dipengaruhi kondisi pasar global,” katanya.

Pemerintah berharap subsidi tersebut dapat menjaga keberlangsungan produksi tempe, menstabilkan harga di tingkat konsumen, serta memberikan kepastian bagi pelaku usaha yang selama ini menjadi bagian penting dalam rantai pasok pangan nasional.

Selain itu, pemerintah juga terus memantau perkembangan harga komoditas pangan strategis di pasar internasional guna mengantisipasi dampak lanjutan terhadap kebutuhan masyarakat dan sektor usaha dalam negeri.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X