• Jumat, 16 Oktober 2026

Sumur Salawati F002 Berhasil Produksi 623 BOPD, SKK Migas Apresiasi Kinerja PEPC di Papua Barat Daya

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Jumat, 12 Juni 2026 | 18:39 WIB
Sumur Salawati F002 Berhasil Produksi 623 BOPD, SKK Migas Apresiasi Kinerja PEPC di Papua Barat Daya
Sumur Salawati F002 Berhasil Produksi 623 BOPD, SKK Migas Apresiasi Kinerja PEPC di Papua Barat Daya

SORONG, MAHATVA.ID – Upaya peningkatan produksi minyak nasional kembali menunjukkan hasil positif. PT Pertamina EP Asset 4 (PEPC Region 4 Zona 14) berhasil menyelesaikan pengeboran dan uji produksi Sumur Pengembangan Salawati (SLW)-F002 yang berlokasi di Kampung Manfanim, Distrik Salawati Tengah, Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat Daya.

Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, mengungkapkan bahwa sumur tersebut sebelumnya direncanakan sebagai lokasi pengeboran SLW-F2X dan kini berhasil memberikan kontribusi produksi yang menjanjikan.

Setelah melalui tahapan pengeboran dan penyelesaian sumur, pada 11 Juni 2026 Sumur SLW-F002 berhasil melaksanakan uji produksi dengan hasil sementara mencapai 623 barel minyak per hari (BOPD) menggunakan sistem artificial lift Electric Submersible Pump (ESP). Produksi minyak berasal dari lapisan Kais, salah satu formasi produktif di wilayah tersebut.

Sumur SLW-F002 dibor secara directional J-type menggunakan Rig PDSI #11.2/N80B-M hingga mencapai kedalaman akhir 2.093 meter measured depth (mMD) atau 2.083,83 meter true vertical depth (mTVD).

Seluruh rangkaian kegiatan pengeboran hingga uji produksi berhasil diselesaikan dalam waktu 54 hari, menunjukkan efektivitas pelaksanaan operasi di lapangan.

Djoko Siswanto menyampaikan bahwa keberhasilan ini menjadi salah satu pencapaian penting dalam mendukung target peningkatan produksi migas nasional sekaligus memperkuat ketahanan energi Indonesia.

Selain capaian produksi, seluruh proses pengeboran hingga pengujian sumur berlangsung dengan aman tanpa insiden kecelakaan kerja. Keberhasilan tersebut mencerminkan komitmen perusahaan dalam menerapkan prinsip Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) serta Operational Excellence pada setiap tahapan operasional.

“Pelaksanaan kegiatan sejak tajak hingga uji produksi berjalan lancar, aman, dan selamat tanpa kecelakaan. Ini menunjukkan komitmen kuat terhadap aspek HSSE dan keunggulan operasional,” ujar Djoko Siswanto.

Keberhasilan Sumur SLW-F002 diharapkan dapat memberikan tambahan produksi yang signifikan bagi wilayah kerja Salawati serta mendukung upaya pemerintah melalui SKK Migas dan Pertamina dalam menjaga keberlanjutan produksi migas nasional.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X