• Kamis, 15 Oktober 2026

Presiden Prabowo Resmikan Renovasi Museum dan Perpustakaan Seskoad di Bandung

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Selasa, 26 Mei 2026 | 13:36 WIB
Presiden Prabowo Resmikan Renovasi Museum dan Perpustakaan Seskoad di Bandung
Presiden Prabowo Resmikan Renovasi Museum dan Perpustakaan Seskoad di Bandung

BANDUNG, MAHATVA.ID – Prabowo Subianto meresmikan renovasi Museum dan Perpustakaan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) di Kota Bandung, Jawa Barat, pada Senin (25/5/2026).

Peresmian tersebut menegaskan posisi Seskoad sebagai lembaga pendidikan strategis milik TNI AD yang telah melahirkan banyak tokoh nasional maupun pemimpin militer internasional.

“Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, pada pagi hari ini, hari Senin, 25 Mei 2026, saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia dengan ini meresmikan renovasi museum dan perpustakaan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad),” ujar Presiden Prabowo.

Seskoad dikenal sebagai salah satu institusi pendidikan militer bergengsi di Indonesia yang telah melahirkan sejumlah pemimpin bangsa.

Tercatat, Presiden Ke-2 RI Soeharto, Presiden Ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono, dan Presiden Prabowo Subianto merupakan lulusan Seskoad.

Selain itu, tiga alumni lainnya juga pernah menjabat sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia, yakni Umar Wirahadikusumah, Sudharmono, dan Try Sutrisno.

Tak hanya berkontribusi bagi Indonesia, Seskoad juga memiliki reputasi internasional. Empat Kepala Staf Angkatan Darat Singapura diketahui pernah menempuh pendidikan di lembaga tersebut.

Mereka antara lain Neo Kian Hong, Melvyn Ong Su Kiat, David Neo Chin Wee, serta KSAD Singapura saat ini Cai Dexian.

Di Museum Seskoad, sejarah perjalanan dan pengabdian para tokoh tersebut ditampilkan sebagai inspirasi bagi para perwira yang menempuh pendidikan.

Kepala Departemen Kejuangan dan Doktrin Seskoad, Desi Ariyanto, menjelaskan museum tersebut menjadi ruang pembelajaran penting bagi para perwira dalam memahami sejarah perjuangan dan kepemimpinan militer.

“Museum ini tujuannya didirikan pada saat itu adalah sebagai tempat untuk menggali semua sejarah karena kita sebagai militer, kita harus tahu khususnya sejarah perang, sejarah militer, dan di dalam sejarah perang itu juga ada leadership,” jelas Desi Ariyanto.

Selain museum, Seskoad juga memiliki perpustakaan besar yang menyimpan sekitar 42 ribu buku.

Setiap tahunnya, sekitar 500 siswa menempuh pendidikan di Seskoad, termasuk 30 siswa mancanegara.

“Mereka belajar di sini. Di museum lantai satu mereka belajar sejarah, di lantai dua mereka mengisi dirinya sehingga memiliki kemampuan, keterampilan, dan khususnya olah pikir tidak hanya kemiliteran, juga ilmu pemerintahan,” tambahnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X