• Sabtu, 17 Oktober 2026

Pemuda Asal Cinunuk Jadi Korban Ledakan Petasan Usai Nobar Persib, Keluarga Kesulitan Biaya Pengobatan

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Selasa, 26 Mei 2026 | 00:33 WIB
Pemuda Asal Cinunuk Jadi Korban Ledakan Petasan Usai Nobar Persib, Keluarga Kesulitan Biaya Pengobatan
Pemuda Asal Cinunuk Jadi Korban Ledakan Petasan Usai Nobar Persib, Keluarga Kesulitan Biaya Pengobatan

BANDUNG, MAHATVA.ID — Euforia kemenangan Persib Bandung berubah menjadi musibah bagi seorang pemuda asal Kampung Cipondoh, Desa Cinunuk, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung.

Sandi Setiawan menjadi korban ledakan petasan usai menghadiri kegiatan nonton bareng (nobar) pertandingan Persib Bandung pada Sabtu (23/5/2026).

Menurut keterangan Opik, teman korban, insiden terjadi saat korban dalam perjalanan pulang dari lokasi nobar di sekitar kawasan Borma Cinunuk.

Korban diduga terkena ledakan petasan milik orang lain yang mengenai bagian tangan hingga menyebabkan luka serius.

“Awalnya habis nobar Persib, pas perjalanan pulang kena ledakan petasan. Tangannya langsung luka parah,” ujar Opik kepada wartawan.

Akibat ledakan tersebut, Sandi mengalami patah tulang pada bagian tangan serta luka di beberapa jari.

Korban sempat mendapatkan penanganan pertama di RS AMC Bandung sebelum akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin karena membutuhkan tindakan operasi dan penanganan dokter spesialis.

Menurut pihak keluarga, kondisi luka korban cukup serius sehingga operasi harus segera dilakukan demi menyelamatkan kondisi tangan korban.

Namun di tengah proses pengobatan, keluarga mengaku mengalami kesulitan biaya.

Pihak keluarga berharap biaya pengobatan dapat ditanggung melalui program BPJS Kesehatan maupun bantuan pemerintah lainnya.

Sayangnya, hingga kini keluarga mengaku masih diarahkan menggunakan biaya umum karena proses pengajuan bantuan belum dapat digunakan.

Kondisi tersebut membuat keluarga korban semakin kesulitan karena keterbatasan ekonomi dan minimnya pemahaman terkait administrasi layanan kesehatan.

“Operasi tetap harus dilakukan demi menyelamatkan kondisi korban, sementara biaya rumah sakit dan administrasi terus berjalan,” ungkap keluarga korban.

Keluarga menyebut kondisi ekonomi mereka sangat terbatas sehingga biaya pengobatan menjadi beban berat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X