BOGOR, MAHATVA.ID – Kompetisi sepak bola usia dini Liga Jabar Istimewa (LJI) tingkat Kabupaten Bogor resmi bergulir dengan diikuti sebanyak 76 tim dari kategori usia KU 12 dan KU 10. Ajang pembinaan talenta muda tersebut mendapat perhatian khusus dari Ketua KONI Kabupaten Bogor, Arif Rochmawan.
Pria yang akrab disapa Kang Atep itu secara langsung melakukan tendangan kick off sebagai tanda dimulainya Liga Jabar Istimewa Kabupaten Bogor yang digelar di Lapangan Komplek Kostrad PHB, Sukaraja.
Dalam keterangannya, Atep mengaku optimistis dari ratusan pemain muda yang tampil pada kompetisi tersebut akan lahir pesepak bola berkualitas yang mampu menembus level nasional hingga memperkuat Tim Nasional Indonesia dan klub-klub profesional di kompetisi Liga Indonesia.
“Kabupaten Bogor kaya akan talenta sepak bola potensial. Saya sangat senang PSSI Kabupaten Bogor yang diketuai H. Iswahyudi sudah berada di jalur pembinaan dengan menggelar Bogor Junior League setiap tahun,” ujar Atep.
Menurutnya, pembinaan sepak bola usia dini menjadi fondasi penting dalam mencetak atlet berprestasi. Karena itu, ia mengapresiasi langkah PSSI Kabupaten Bogor yang dinilai konsisten membangun ekosistem pembinaan pemain muda.
Selain rutin menggelar kompetisi, PSSI Kabupaten Bogor juga aktif menyelenggarakan pelatihan serta lisensi kepelatihan dan wasit sepak bola bekerja sama dengan Dispora Kabupaten Bogor.
Atep menilai ajang Bogor Junior League (BJL) maupun Liga Jabar Istimewa Kabupaten Bogor menjadi sarana ideal bagi pesepak bola usia dini untuk mengasah kemampuan teknik, skill individu, fisik, hingga mental bertanding.
“Ajang seperti ini sangat penting untuk membangun mental kompetitif pemain muda sejak dini. Dari kompetisi berjenjang inilah nantinya lahir pemain-pemain masa depan,” katanya.
Ia pun meminta PSSI Kabupaten Bogor untuk terus menjaga komitmen dalam melakukan pembinaan sepak bola usia dini secara berkelanjutan melalui BJL maupun kompetisi lainnya.
“Saya meminta PSSI Kabupaten Bogor untuk terus mempertahankan komitmennya dalam melakukan pembinaan pesepak bola masa depan melalui ajang BJL maupun kompetisi lainnya,” pungkas Atep.