• Sabtu, 17 Oktober 2026

Efisiensi Anggaran Hantam Pesparawi Papua Selatan, Hanya 4 Kategori Dibawa ke Nasional

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Jumat, 22 Mei 2026 | 21:33 WIB
Efisiensi Anggaran Hantam Pesparawi Papua Selatan, Hanya 4 Kategori Dibawa ke Nasional
Efisiensi Anggaran Hantam Pesparawi Papua Selatan, Hanya 4 Kategori Dibawa ke Nasional

Merauke,MAHATVA.ID -Kebijakan efisiensi anggaran mulai berdampak langsung pada persiapan kontingen Papua Selatan menuju ajang Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional di Manokwari, Papua Barat.

Dari total 11 kategori lomba yang tersedia, Papua Selatan dipastikan hanya mampu mengikuti empat cabang perlombaan karena keterbatasan dana.

Kondisi itu diungkap Ketua Lembaga Pengembangan Paduan Suara Gerejawi Daerah (LPPD) Papua Selatan, Soleman Jambormias, saat memberikan keterangan kepada wartawan di Merauke, Selasa (19/5/2026), sebagaimana dilansir dari ceposonline.com.

"Kami tetap berjuang agar Papua Selatan hadir di Pesparawi nasional, meski dengan segala keterbatasan anggaran," kata Soleman.

Sebagai provinsi baru, Papua Selatan sebenarnya menyiapkan diri untuk tampil lebih luas di ajang nasional yang dijadwalkan berlangsung di Manokwari pada 18-28 Juni 2026. Namun tekanan efisiensi membuat jumlah peserta dan kategori lomba harus dipangkas.

Empat kategori yang akhirnya dipertahankan yakni paduan suara dewasa campuran, musik pop gerejawi, solo anak usia 10-13 tahun, dan solo remaja.

Total peserta yang diberangkatkan hanya 56 orang, ditambah 24 pelatih serta pendamping. Dengan demikian, keseluruhan kontingen yang akan bertolak ke Manokwari berjumlah 80 orang.

"Yang penting Papua Selatan sebagai daerah otonomi baru tetap ikut ambil bagian di tingkat nasional," ujarnya.

Soleman menegaskan, peserta yang dipilih bukan tim sembarangan. Mereka merupakan para juara pada ajang Pesparawi tingkat Papua Selatan dua tahun lalu.

Meski demikian, pihaknya memilih realistis dan tidak memasang target muluk di tengah keterbatasan yang dihadapi.

"Kami mohon dukungan pemerintah provinsi dan para bupati di Papua Selatan, terutama Merauke dan Asmat karena peserta yang mewakili berasal dari daerah tersebut," katanya lagi.

Di tengah keterbatasan anggaran, panitia juga mencari strategi menekan biaya transportasi. Kontingen Papua Selatan direncanakan berangkat menggunakan pesawat Hercules milik TNI AU pada 16 Juni 2026.

"Tujuan menggunakan Hercules supaya anggaran yang tersedia cukup sampai kegiatan selesai di Manokwari," ujar Soleman.

Langkah pengurangan kategori lomba ini memunculkan sorotan terkait dampak efisiensi anggaran terhadap pengembangan seni dan pelayanan keagamaan di daerah otonomi baru. Publik kini menanti sejauh mana pemerintah daerah mampu menjaga komitmen pembinaan generasi muda dan kegiatan kerohanian di tengah tekanan fiskal yang semakin ketat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X