JAKARTA, MAHATVA.ID – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY menegaskan pentingnya pengelolaan mineral secara bertanggung jawab di kawasan transmigrasi guna mendukung pembangunan berkelanjutan dan pemerataan ekonomi nasional.
Hal tersebut disampaikan AHY dalam sebuah acara bertema transmigrasi di Jakarta, Minggu (17/5/2026). Ia menekankan bahwa eksplorasi dan ekstraksi sumber daya mineral tidak boleh dilakukan secara sembarangan dan harus memperhatikan aspek lingkungan hidup.
Menurut AHY, pembangunan ekonomi tidak boleh mengorbankan kelestarian lingkungan. Pemerintah, kata dia, berkomitmen menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan lingkungan agar keduanya dapat berjalan beriringan.
“Eksplorasi dan ekstraksi mineral harus dilakukan secara bertanggung jawab, sesuai hukum dan regulasi yang berlaku, demi menjaga kelestarian lingkungan dan melindungi masyarakat sekitar,” ujar AHY.
Ia mengingatkan bahwa kerusakan lingkungan akibat aktivitas pertambangan berpotensi memicu bencana alam dan dampaknya paling besar dirasakan masyarakat di sekitar kawasan tambang.
AHY juga menegaskan pentingnya penguatan infrastruktur hijau sebagai bagian dari strategi pembangunan nasional. Menurutnya, pembangunan infrastruktur yang ramah lingkungan menjadi salah satu solusi menghadapi tantangan perubahan iklim sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi jangka panjang.
Selain itu, pemerintah akan terus memperkuat kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah guna memastikan pengelolaan sumber daya alam dilakukan secara adil, terukur, dan berkelanjutan.
Sebelumnya, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara mengungkapkan pihaknya tengah mengkaji potensi pemanfaatan hak pengelolaan lahan transmigrasi untuk sektor pertambangan, termasuk batu bara dan logam tanah jarang.
Menurut Iftitah, pengembangan sektor tersebut diharapkan dapat menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan transmigrasi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ia juga menyebut potensi logam tanah jarang telah teridentifikasi di wilayah Mamuju, Sulawesi Barat, yang dinilai memiliki prospek strategis bagi pengembangan industri pertambangan nasional.