• Sabtu, 17 Oktober 2026

Lapas Terbuka Kendal Panen 1 Ton Gabah Padi Salin, Dukung Ketahanan Pangan Nasional

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Kamis, 14 Mei 2026 | 23:50 WIB
Lapas Terbuka Kendal Panen 1 Ton Gabah Padi Salin, Dukung Ketahanan Pangan Nasional
Lapas Terbuka Kendal Panen 1 Ton Gabah Padi Salin, Dukung Ketahanan Pangan Nasional

KENDAL, MAHATVA.ID  – Lembaga Pemasyarakatan Terbuka Kelas IIB Kendal kembali menunjukkan keberhasilan program pembinaan warga binaan melalui sektor pertanian. Panen padi varietas salin di lahan seluas 1.400 meter persegi berhasil menghasilkan 1 ton gabah kering pada Kamis (14/05/2026).

Keberhasilan tersebut menjadi bukti nyata efektivitas program pembinaan keterampilan dan kemandirian bagi warga binaan, sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional melalui pemanfaatan lahan produktif.

Padi salin yang dibudidayakan di area Lapas Terbuka Kendal dinilai mampu tumbuh optimal meski berada di lahan yang kerap terdampak air rob. Kondisi tersebut tidak menghalangi hasil panen yang dinilai memuaskan.

Kepala Lapas Terbuka Kendal, Nu’man Fauzi, menyampaikan rasa syukur atas hasil panen yang berhasil diperoleh.

“Alhamdulillah, hari ini kita berhasil memanen padi salin seluas 1.400 meter persegi dengan hasil 1 ton gabah kering. Ini bukan sekadar panen biasa, melainkan bukti konkret keberhasilan program pembinaan kita. Kami berkomitmen mendukung program ketahanan pangan dengan memanfaatkan lahan yang ada secara optimal,” ujar Nu’man Fauzi.

Menurutnya, program pertanian di Lapas Terbuka Kendal akan terus dikembangkan melalui perluasan area tanam dan penerapan teknologi pertanian yang lebih baik guna meningkatkan produktivitas hasil panen di masa mendatang.

Sementara itu, pengepul gabah yang hadir dalam kegiatan panen, Budi, turut mengapresiasi kualitas gabah hasil budidaya warga binaan Lapas Terbuka Kendal.

“Gabah dari Lapas Terbuka Kendal ini kualitasnya bagus. Hasil 1 ton dari lahan seluas 1.400 meter persegi ini cukup memuaskan. Ini sudah kali kedua saya membeli hasil panen padi salin dari Lapas Terbuka Kendal. Semoga kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut dan semakin banyak warga binaan yang terlibat,” kata Budi.

Program pertanian berbasis pembinaan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi lembaga pemasyarakatan lain di Indonesia untuk mengembangkan kegiatan produktif yang berkelanjutan. Selain memberikan manfaat ekonomi, program tersebut juga memperkuat kontribusi lapas dalam mendukung ketahanan pangan nasional serta meningkatkan keterampilan warga binaan sebelum kembali ke masyarakat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X