• Sabtu, 17 Oktober 2026

Antusiasme Pelatihan BPI Tinggi, Sosialisasi Lemah, Pemuda Desa Terancam Jadi Penonton di Tana Sendiri

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Kamis, 14 Mei 2026 | 14:17 WIB
Antusiasme Pelatihan BPI Tinggi, Sosialisasi Lemah, Pemuda Desa Terancam Jadi Penonton di Tana Sendiri
Antusiasme Pelatihan BPI Tinggi, Sosialisasi Lemah, Pemuda Desa Terancam Jadi Penonton di Tana Sendiri

MAHATVA.ID -Gelombang antusiasme ratusan pencari kerja pada pembukaan pendaftaran pelatihan tenaga kerja oleh PT Bangkit Prestasi Insani (BPI) di Saumlaki, Rabu (13/5/2026), menghadirkan harapan baru bagi generasi muda Kabupaten Kepulauan Tanimbar menuju proyek strategis nasional Blok Masela.

Namun di balik semangat itu, mulai muncul suara-suara kritis dari masyarakat soal lemahnya sosialisasi hingga tingkat desa serta kekhawatiran adanya praktik rekrutmen yang tidak transparan.

Program yang digadang-gadang sebagai pintu masuk peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) lokal itu membuka berbagai bidang pelatihan strategis, mulai dari scaffolding, rigger, welder, operator alat berat, solar cell, hingga sektor hospitality dan catering.

Secara formal, langkah BPI dinilai positif karena berupaya menyiapkan tenaga kerja lokal menghadapi kebutuhan industri migas dan sektor pendukung lainnya di wilayah Tanimbar.

Kendati begitu, dalam praktik di lapangan, sebagian masyarakat menilai informasi terkait proses pendaftaran dan mekanisme seleksi belum tersampaikan secara merata kepada generasi muda di desa-desa.

Akibatnya, muncul kesan bahwa sebagian peserta yang mengetahui lebih awal mengenai proses pendaftaran berasal dari lingkaran tertentu atau memiliki akses informasi lebih dekat.

“Kalau mau Tanimbar tidak jadi penonton di daerah sendiri, mestinya ada instruksi terbuka sampai ke kepala desa agar sosialisasi dilakukan secara menyeluruh dan sistematis,” ujar salah satu warga yang meminta namanya tidak dipublikasikan.

Kritik itu bukan tanpa alasan. Banyak pemuda di desa mengaku baru mengetahui adanya pembukaan pelatihan setelah pendaftaran berjalan. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan publik mengenai pola distribusi informasi dan sejauh mana pemerintah daerah ikut memastikan keterbukaan akses bagi seluruh masyarakat.

Padahal, proyek sebesar Blok Masela selama ini terus digaungkan sebagai momentum kebangkitan ekonomi Tanimbar. Karena itu, proses penyiapan tenaga kerja lokal dinilai tidak boleh berjalan setengah tertutup atau hanya diketahui kelompok tertentu.

Masyarakat juga meminta agar BPI, pemerintah daerah, dinas teknis, serta media massa membangun pola koordinasi yang terbuka dan profesional agar proses seleksi benar-benar berpihak pada putra-putri daerah yang memenuhi syarat kompetensi.

"Yang sudah ikut tes seleksi juga perlu dibuka datanya secara umum. Jangan sampai putra daerah justru minim, sementara nama-nama dari luar lebih banyak. Transparansi itu penting supaya publik tahu prosesnya berjalan adil," ungkap warga lainnya.

Dorongan keterbukaan itu dinilai penting guna mencegah munculnya dugaan praktik kolusi, kedekatan personal, maupun pola rekrutmen tertutup yang berpotensi melahirkan ketidakpercayaan publik.

Dalam konteks proyek strategis nasional, keterbukaan data peserta, asal wilayah, tahapan seleksi, hingga sistem pembinaan SDM dianggap menjadi bagian penting untuk memastikan masyarakat lokal benar-benar menjadi pelaku utama, bukan sekadar penonton di tanah sendiri.

Sebelumnya, perwakilan BPI Cabang Saumlaki, Aris Duarmas, menyampaikan di media bahwa program tersebut bertujuan menyiapkan tenaga kerja lokal sesuai kebutuhan industri migas, EPC, ketahanan pangan, dan sektor pendukung proyek INPEX Masela.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X