• Minggu, 18 Oktober 2026

SMAN 4 Cibinong Nonaktifkan Oknum Guru BK Terkait Dugaan Pelecehan, Sekolah Pastikan Proses Belajar Tetap Kondusif

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Rabu, 13 Mei 2026 | 00:10 WIB
SMAN 4 Cibinong Nonaktifkan Oknum Guru BK Terkait Dugaan Pelecehan, Sekolah Pastikan Proses Belajar Tetap Kondusif
SMAN 4 Cibinong Nonaktifkan Oknum Guru BK Terkait Dugaan Pelecehan, Sekolah Pastikan Proses Belajar Tetap Kondusif

Bogor, MAHATVA.ID — Pihak SMAN 4 Cibinong memberikan klarifikasi terkait viralnya dugaan kasus pelecehan yang melibatkan seorang oknum guru Bimbingan Konseling (BK) di lingkungan sekolah tersebut.

Wakil Kepala Kesiswaan SMAN 4 Cibinong, Kusmiarso, menjelaskan bahwa informasi terkait dugaan pelecehan itu mulai viral pada Rabu, 6 Mei 2026.

Menurutnya, setelah menerima informasi tersebut, pihak sekolah langsung mengambil langkah cepat dengan melaporkan kejadian itu kepada kepala sekolah dan melakukan penelusuran informasi terhadap oknum guru BK yang diduga terlibat.

“Kami langsung melaporkan kepada kepala sekolah dan mencari informasi yang sebenarnya kepada pihak terduga pelaku,” ujar Kusmiarso kepada Mahatva.id (12/05/2026)

Ia menjelaskan, pada Jumat, 8 Mei 2026, oknum guru BK tersebut langsung dinonaktifkan oleh pihak sekolah sambil menunggu proses penanganan lebih lanjut.

Selain itu, pihak sekolah juga telah berkoordinasi dengan Kantor Cabang Dinas (KCD) Wilayah I Jawa Barat terkait langkah penanganan kasus tersebut.

“Tepat pada hari Jumat, oknum guru BK langsung dinonaktifkan oleh kepala sekolah dan kami berkoordinasi dengan KCD Wilayah I untuk penanganan lebih lanjut,” jelasnya.

Kusmiarso menambahkan, pihak yang bersangkutan juga telah melakukan mediasi bersama keluarga korban dengan menghadirkan kedua belah pihak yang turut disaksikan aparat penegak hukum (APH).

Sementara itu, korban disebut masih tetap menjalani aktivitas belajar di SMAN 4 Cibinong dan memilih untuk tetap melanjutkan sekolah di sana. Korban juga telah mendapatkan pendampingan dari pihak Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA).

“Korban saat ini masih sekolah dan tetap ingin bersekolah di SMAN 4 Cibinong. Korban juga sudah mendapatkan pendampingan dari PPA,” katanya.

Terkait proses pelaporan terhadap oknum guru tersebut, Kusmiarso menegaskan pihak sekolah telah menyerahkan sepenuhnya proses penanganan kepada KCD tanpa memberikan perlindungan khusus kepada pihak terlapor.

Ia juga menyayangkan banyaknya informasi yang beredar di media sosial yang dinilai tidak sepenuhnya sesuai fakta di lapangan dan belum berdasarkan keterangan resmi dari kedua belah pihak.

“Kami menyayangkan banyaknya berita viral di media sosial yang tidak sesuai dengan fakta sebenarnya tanpa adanya keterangan resmi dari kedua belah pihak,” ujarnya.

Meski tengah menghadapi persoalan tersebut, pihak sekolah memastikan proses belajar mengajar di SMAN 4 Cibinong tetap berjalan normal dan kondusif.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X