• Minggu, 18 Oktober 2026

Lapas Terbuka Kendal Kembangkan Budidaya Sereh Hijau, Libatkan Warga Binaan

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Rabu, 6 Mei 2026 | 22:20 WIB
Lapas Terbuka Kendal Kembangkan Budidaya Sereh Hijau, Libatkan Warga Binaan
Lapas Terbuka Kendal Kembangkan Budidaya Sereh Hijau, Libatkan Warga Binaan

KENDAL, MAHATVA.ID – Lapas Terbuka Kelas IIB Kendal terus berinovasi dalam program pembinaan dengan memulai budidaya tanaman obat berupa sereh hijau.

Kegiatan penanaman dilakukan pada Rabu (6/5) sejak pukul 08.30 WIB di lahan seluas sekitar 500 meter persegi yang berada di area depan groundtank. Sebanyak 1.000 batang sereh hijau ditanam secara serempak dengan melibatkan petugas, warga binaan, serta peserta magang.

Kegiatan ini dipimpin oleh Iwan Kusmawan selaku Kepala Seksi Bimbingan Narapidana/Anak Didik dan Kegiatan Kerja (Binadik & Giatja).

Penanaman diawali dengan pengolahan lahan, kemudian dilanjutkan dengan penarikan garis tanam menggunakan pola 1 x 1 meter. Pola ini diterapkan untuk memastikan setiap tanaman mendapatkan ruang tumbuh yang cukup dan nutrisi optimal.

Sebanyak 1.000 bibit sereh hijau ditanam mengikuti pola tersebut secara rapi dan terorganisir.

Sereh hijau atau Cymbopogon citratus dikenal sebagai tanaman rempah sekaligus obat yang mudah dibudidayakan.

Selain digunakan sebagai bahan masakan, sereh memiliki berbagai manfaat kesehatan, seperti membantu meredakan peradangan, meningkatkan daya tahan tubuh, hingga menjadi bahan herbal alami.

Iwan Kusmawan menjelaskan bahwa sereh hijau memiliki potensi usaha yang menjanjikan bagi warga binaan.

“Dengan perawatan sederhana, sereh dapat dipanen dalam waktu 4 hingga 6 bulan dan selanjutnya bisa dipanen secara berkala. Ini menjadi peluang usaha realistis bagi warga binaan,” jelasnya.

Kepala Lapas Terbuka Kendal, Nu’man Fauzi, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan berbasis kemandirian.

“Kami ingin memastikan setiap program memiliki nilai guna. Sereh ini sederhana, tetapi pasarnya jelas dan berkelanjutan. Warga binaan belajar menghasilkan sesuatu yang bernilai ekonomi,” ungkapnya.

Menurutnya, kegiatan ini juga menjadi kontribusi nyata dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus membuka ruang produktivitas di lingkungan lapas.

Selama proses penanaman, suasana kebersamaan tampak kuat antara petugas dan warga binaan. Seluruh peserta bekerja berdampingan tanpa sekat, saling membantu dalam setiap tahapan kegiatan.

Hal ini menjadi gambaran nyata bahwa program pembinaan tidak hanya berfokus pada keterampilan, tetapi juga membangun nilai kebersamaan dan kerja sama.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X