• Minggu, 18 Oktober 2026

Resmikan Kafe Warisan Kopi, Rudy Susmanto Tegaskan Komitmen Investasi Ramah Lingkungan dan Perizinan Gratis di Bogor

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Rabu, 6 Mei 2026 | 15:25 WIB
Resmikan Kafe Warisan Kopi, Rudy Susmanto Tegaskan Komitmen Investasi Ramah Lingkungan dan Perizinan Gratis di Bogor
Resmikan Kafe Warisan Kopi, Rudy Susmanto Tegaskan Komitmen Investasi Ramah Lingkungan dan Perizinan Gratis di Bogor

BOGOR, MAHATVA.ID – Bupati Bogor Rudy Susmanto menegaskan komitmennya dalam mendorong investasi ramah lingkungan sekaligus memastikan sistem perizinan yang mudah, cepat, dan bebas biaya bagi pelaku usaha. Hal tersebut disampaikan saat meresmikan Kafe Warisan Kopi di Desa Bojong Koneng, Babakan Madang, Selasa (5/5/2026).

Peresmian tersebut turut dihadiri oleh Moeldoko serta sejumlah tokoh nasional.

Dalam sambutannya, Rudy Susmanto mengapresiasi kepercayaan investor yang menanamkan modal di Kabupaten Bogor. Ia memastikan bahwa proyek yang dikembangkan telah memenuhi seluruh aspek legalitas dan tata ruang.

“Kehadiran kami di sini menunjukkan bahwa legalitas tempat ini aman dan benar. Semua sudah melalui kajian yang matang,” ujarnya.

Ia juga menyoroti konsep pembangunan kawasan yang mengedepankan kelestarian lingkungan. Dengan Koefisien Dasar Bangunan (KDB) hanya 7,4 persen, lebih dari 90 persen area tetap difungsikan sebagai ruang terbuka hijau dan resapan air.

“Air dikelola melalui sistem kolam resapan sebelum dialirkan ke sungai. Ini contoh investasi yang ramah lingkungan,” jelasnya.

Bupati Bogor turut memperkenalkan potensi sektor pariwisata daerah yang dinilai sangat besar, termasuk sejumlah destinasi tersembunyi (hidden gem) yang kini mulai berkembang di berbagai wilayah.

Untuk mendukung hal tersebut, Pemkab Bogor mempercepat pembangunan infrastruktur, salah satunya jalur penghubung kawasan Sentul hingga Cikeas dengan lebar jalan mencapai 30 meter yang ditargetkan rampung pada 2026.

“Jangan sampai tempat wisata berkembang, tapi aksesnya macet. Maka kami siapkan jalur baru untuk mendukung mobilitas,” tegas Rudy.

Selain itu, akses menuju kawasan strategis lain seperti Kebun Teh Malasari di Nanggung dan jalur timur sepanjang Sungai Cipamingkis juga terus dikembangkan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Di sektor ekonomi, Rudy mendorong pelaku usaha untuk memperpanjang jam operasional hingga 24 jam guna membuka lapangan kerja baru.

“Kalau ada 2.000 gerai dan masing-masing menambah 10 tenaga kerja, berarti ada 20.000 lapangan kerja baru. Bogor ini kabupaten yang tidak pernah tidur,” ungkapnya.

Rudy juga menegaskan bahwa sistem perizinan di Kabupaten Bogor kini semakin transparan dan bebas pungutan liar.

“Perizinan di Bogor hari ini tidak ada bayar-membayar, semuanya gratis. Kalau masih ada oknum yang bermain, laporkan langsung, akan kami tindak,” tegasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X