• Minggu, 18 Oktober 2026

Diskominfo Bogor Gelar Sosialisasi Audit TIK, Perkuat Integrasi dan Keamanan Sistem Digital

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Rabu, 6 Mei 2026 | 15:22 WIB
Diskominfo Bogor Gelar Sosialisasi Audit TIK, Perkuat Integrasi dan Keamanan Sistem Digital
Diskominfo Bogor Gelar Sosialisasi Audit TIK, Perkuat Integrasi dan Keamanan Sistem Digital

BOGOR, MAHATVA.ID – Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bogor menggelar sosialisasi audit Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) sebagai langkah strategis dalam memperkuat tata kelola sistem digital di lingkungan pemerintah daerah.

Kegiatan tersebut dilaksanakan secara hybrid di Ruang Rapat H.R Rasuna Said Diskominfo pada Selasa (5/5/2026), dan diikuti oleh perwakilan perangkat daerah serta RSUD di lingkup Pemkab Bogor. Sosialisasi ini turut menghadirkan narasumber dari Relawan TIK dan tenaga ahli di bidang teknologi informasi.

Kepala Diskominfo Kabupaten Bogor, Bambang Widodo Tawekal, menyampaikan bahwa pengelolaan TIK saat ini menghadapi tantangan kompleks, mulai dari pengelolaan jaringan, pusat data, hingga aplikasi layanan publik.

Ia menyoroti masih adanya pengembangan aplikasi yang berjalan secara terpisah dan belum terintegrasi antarinstansi. Menurutnya, kondisi ini dipicu oleh ego sektoral yang menghambat efektivitas pengelolaan data.

“Seringkali masing-masing merasa sistem yang dimiliki paling baik, padahal pengolahan datanya sama dan seharusnya bisa terintegrasi,” ujarnya.

Selain persoalan integrasi, pemerintah daerah juga dihadapkan pada risiko keamanan siber, potensi kegagalan sistem, serta tantangan dalam pengelolaan data yang dapat berdampak pada pelayanan publik.

Oleh karena itu, audit TIK dinilai sebagai langkah penting untuk memastikan sistem berjalan secara efektif, aman, dan selaras dengan kebutuhan pelayanan.

Diskominfo menegaskan bahwa pelaksanaan audit TIK memiliki tiga tujuan utama, yaitu:

  1. Meningkatkan pemahaman SPBE (Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik) agar perangkat daerah memenuhi standar efektivitas, efisiensi, dan keamanan.

  2. Memperkuat pengendalian internal melalui identifikasi dini celah keamanan, kelemahan sistem, serta potensi inefisiensi anggaran.

  3. Mendukung zona integritas menuju tata kelola pemerintahan yang transparan, bersih, dan akuntabel.

“Sosialisasi ini bukan sekadar formalitas, tetapi langkah awal sebelum audit mendalam terhadap infrastruktur dan aplikasi kritikal,” jelas Bambang.

Diskominfo juga mengimbau seluruh kepala perangkat daerah untuk mendukung penuh pelaksanaan audit dengan bersikap terbuka serta aktif berkolaborasi dengan tim auditor.

Sejumlah perangkat daerah, termasuk dinas teknis dan rumah sakit daerah, telah ditetapkan sebagai objek audit TIK tahun ini dan diminta segera melakukan persiapan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X