• Minggu, 18 Oktober 2026

ESDM dan Danantara Percepat Proyek Hilirisasi, 14 Sudah Groundbreaking

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Selasa, 5 Mei 2026 | 14:06 WIB
ESDM dan Danantara Percepat Proyek Hilirisasi, 14 Sudah Groundbreaking
ESDM dan Danantara Percepat Proyek Hilirisasi, 14 Sudah Groundbreaking

JAKARTA, MAHATVA.ID – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menggelar rapat koordinasi bersama Satuan Tugas Percepatan Hilirisasi dan Danantara untuk mempercepat eksekusi proyek hilirisasi nasional.

Rapat yang berlangsung di kantor Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral pada Senin (4/5/2026) ini menjadi langkah konkret dalam menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto agar proyek hilirisasi tidak berhenti pada tahap seremoni semata.

Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM, Ahmad Erani Yustika, menjelaskan bahwa koordinasi intensif dilakukan untuk memastikan proyek-proyek yang telah groundbreaking segera masuk tahap pembangunan hingga produksi.

“Kita mengoordinasikan dengan Danantara agar proyek-proyek yang sudah groundbreaking bisa berjalan sesuai rencana dan segera dibangun pabriknya hingga berproduksi,” ujarnya.

Dalam rapat tersebut, pemerintah juga membahas adanya pergeseran sejumlah indikator proyek saat memasuki tahap feasibility study (FS). Perubahan tersebut meliputi lokasi proyek, kapasitas produksi, hingga nilai investasi.

Menurut Erani, penyesuaian ini merupakan bagian dari dinamika perencanaan yang harus dipastikan kejelasannya sebelum dilaporkan kepada Presiden.

“Ada proyek yang mengalami perubahan lokasi, nilai investasi, maupun kapasitas produksi. Semua itu harus jelas dan dilaporkan bersama,” jelasnya.

Dari total 18 proyek hilirisasi tahap pertama yang diusulkan pada tahun sebelumnya, sebanyak 14 proyek telah memasuki tahap groundbreaking, sementara 4 proyek lainnya masih dalam proses persiapan.

Di sisi lain, Satgas Percepatan Hilirisasi juga tengah mematangkan 13 proyek tahap kedua yang saat ini berada dalam tahap pra-studi kelayakan (pre-feasibility study/Pra-FS).

“Nanti setelah Pra-FS selesai, akan kami serahkan kembali ke Danantara untuk proses lanjutan,” tambah Erani.

Pemerintah menegaskan bahwa hilirisasi menjadi strategi utama untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam, menciptakan lapangan kerja, serta memperkuat struktur industri nasional.

Dengan percepatan ini, diharapkan proyek-proyek hilirisasi tidak hanya berhenti pada tahap perencanaan, tetapi benar-benar terealisasi dan memberikan dampak ekonomi nyata.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X