• Selasa, 20 Oktober 2026

Dinsos Kabupaten Bogor Intensifkan Penanganan Anak Jalanan, Fokus Penertiban dan Pemulangan

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Rabu, 8 April 2026 | 15:51 WIB
Dinsos Kabupaten Bogor Intensifkan Penanganan Anak Jalanan, Fokus Penertiban dan Pemulangan
Dinsos Kabupaten Bogor Intensifkan Penanganan Anak Jalanan, Fokus Penertiban dan Pemulangan


Bogor, MAHATVA.ID – Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Sosial (Dinsos) terus mengintensifkan penanganan anak jalanan (anjal) dengan pendekatan terpadu, mulai dari penertiban di lapangan hingga pemulangan ke keluarga.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bogor, Farid Maruf, menjelaskan bahwa penanganan anak jalanan dilakukan melalui dua tahapan utama yang melibatkan koordinasi lintas instansi.

Tahap pertama dilakukan melalui penertiban di lapangan bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Anak-anak yang terjaring kemudian dibawa ke lokasi penampungan sementara, baik di markas Satpol PP maupun fasilitas milik Dinsos.

“Untuk penanganan anak jalanan, ada dua tahapan yang kami lakukan. Pertama, penanganan di lapangan dengan berkoordinasi bersama Satpol PP untuk penertiban,” ujar Farid.

Setelah penertiban, Dinsos melakukan asesmen terhadap anak-anak tersebut. Proses ini mencakup pelacakan identitas dan latar belakang untuk mengetahui asal-usul mereka.

“Setiap anak yang terjaring akan kami lakukan tracking untuk mengetahui asal-usulnya. Jika sudah diketahui keberadaan keluarganya, kami akan berkomunikasi untuk proses pemulangan,” jelasnya.

Farid mengungkapkan bahwa sebagian besar anak jalanan yang terjaring di wilayah Kabupaten Bogor berasal dari luar daerah. Namun demikian, jumlahnya bersifat fluktuatif.

“Banyak yang berasal dari luar Bogor, dan datanya fluktuatif,” tambahnya.

Bagi anak jalanan yang berasal dari Kabupaten Bogor, Dinsos telah menyiapkan program pembinaan melalui kerja sama dengan berbagai mitra.

Program ini bertujuan untuk memberikan pembekalan keterampilan agar mereka memiliki kemampuan untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.

“Kalau yang berasal dari Bogor, kami titipkan ke mitra untuk dibina dan diberikan pembekalan. Sedangkan yang dari luar daerah, kami upayakan untuk direunifikasi atau dikembalikan ke keluarganya,” tutup Farid.

Langkah terpadu ini diharapkan mampu menekan jumlah anak jalanan sekaligus memberikan solusi jangka panjang melalui pendekatan sosial yang humanis dan berkelanjutan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X