Bogor, MAHATVA.ID – Pemerintah Kabupaten Bogor terus mendorong percepatan pembangunan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di TPA Galuga sebagai solusi jangka panjang pengelolaan sampah sekaligus penyediaan energi alternatif.
Bupati Bogor Rudy Susmanto menegaskan proyek strategis ini akan dilaksanakan dalam dua tahap (batch) untuk memastikan efektivitas pembangunan dan operasional ke depan.
Pada tahap pertama (batch 1), pembangunan difokuskan di kawasan TPA Galuga. Sementara itu, tahap kedua (batch 2) direncanakan berlokasi di kawasan Kayu Manis yang saat ini masih dalam tahap kajian.
Untuk batch 1, Pemkab Bogor menyebut proses kerja sama telah memasuki tahap penandatanganan nota kesepahaman (MoU).
Sejumlah aspek teknis telah dibahas secara mendalam guna memastikan kesiapan proyek, mulai dari ketersediaan sumber air, jarak distribusi listrik dari TPA Galuga menuju gardu induk, hingga pasokan bahan baku sampah sebagai penopang utama operasional PSEL.
Rudy Susmanto menyampaikan bahwa apabila seluruh proses berjalan lancar tanpa hambatan, peletakan batu pertama (groundbreaking) proyek ini ditargetkan berlangsung pada Juni 2026.
Proyek ini akan dikerjakan oleh Weming Group, yang berhasil menjadi pemenang lelang dari total 20 peserta dari berbagai negara.
Pemkab Bogor optimistis proyek ini dapat berjalan sesuai target, sehingga pada 2026 hingga maksimal 2027, pembangunan infrastruktur pendukung lainnya dapat mulai direalisasikan.
Salah satu rencana pengembangan tersebut adalah pembangunan kawasan sport center berskala besar yang diharapkan menjadi pusat aktivitas baru di Kabupaten Bogor.
Menurut Rudy, pembangunan PSEL bukan hanya solusi pengelolaan sampah, tetapi juga bagian dari visi besar menjadikan Kabupaten Bogor sebagai daerah yang maju, bersih, dan berdaya saing.
“Kita ingin Bogor menjadi daerah yang kita cintai bersama. Meskipun saya tidak lahir di Bogor, saya sangat mencintai dan bangga menjadi bagian dari Bogor,” ujarnya.
Dengan hadirnya proyek ini, diharapkan persoalan sampah di Kabupaten Bogor dapat teratasi secara berkelanjutan, sekaligus memberikan manfaat ekonomi dan energi bagi masyarakat.