• Selasa, 20 Oktober 2026

Aksi Nyata di Hulu Puncak: 6 Ton Sampah Diangkat, EIGER dan DLH Bogor Targetkan Bersih Total 30 Ton

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Senin, 6 April 2026 | 18:03 WIB
Aksi Nyata di Hulu Puncak: 6 Ton Sampah Diangkat, EIGER dan DLH Bogor Targetkan Bersih Total 30 Ton
Aksi Nyata di Hulu Puncak: 6 Ton Sampah Diangkat, EIGER dan DLH Bogor Targetkan Bersih Total 30 Ton

Bogor, MAHATVA.ID - Kawasan hulu Puncak kembali menghadapi ancaman serius akibat praktik pembuangan sampah tak terkendali. Menanggapi kondisi tersebut, sebanyak 70 relawan dari EIGER Adventure Land berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor serta Taman Nasional Gunung Gede Pangrango menggelar aksi bersih-bersih di Desa Sukagalih, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor.

Dalam tahap awal aksi yang berlangsung di zona pemanfaatan TNGGP, tim berhasil mengangkut sekitar 6 ton sampah atau setara dengan empat armada truk. Meski demikian, tantangan besar masih tersisa karena total timbulan sampah di lokasi tersebut diperkirakan mencapai 30 ton.

Direktur Utama EIGER Adventure Land, Imanuel Wirajaya, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen pihaknya dalam menjaga kualitas lingkungan, khususnya di kawasan desa penyangga dan area konservasi.

“Permasalahan sampah di Puncak bukan hanya soal volume, tapi juga perilaku. Pembuangan sampah sembarangan berdampak pada pencemaran hingga potensi bencana seperti banjir dan longsor. Kami mengajak masyarakat untuk wajib memilah sampah dari sumbernya,” ujarnya, Senin (6/4/2026).

Sementara itu, Guru Besar Teknik Sipil dan Lingkungan IPB University, Arief Sabdo Yuwono, menilai pendekatan konvensional seperti open dumping sudah tidak lagi relevan dalam mengatasi persoalan sampah di wilayah hulu.

“Diperlukan perubahan sistem pengelolaan dari sumbernya. Kesadaran masyarakat harus dibarengi dengan penguatan sistem pengelolaan berkelanjutan agar sampah tidak terus berakhir di badan air atau kawasan hutan,” jelasnya.

Ke depan, EIGER Adventure Land berkomitmen melanjutkan proses pembersihan sisa 24 ton sampah secara bertahap. Selain itu, kawasan ekowisata ini juga tengah dirancang untuk memiliki sistem pengelolaan sampah terintegrasi yang melibatkan pemberdayaan masyarakat lokal.

Langkah ini diharapkan menjadi model kontribusi jangka panjang dalam menjaga keseimbangan ekosistem di wilayah hulu Puncak, sekaligus memastikan interaksi manusia dengan alam di kawasan Megamendung tetap selaras dengan prinsip pelestarian lingkungan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X