• Selasa, 20 Oktober 2026

Antisipasi El Nino 2026, Pemerintah Perkuat Cadangan Pangan Nasional

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Sabtu, 4 April 2026 | 13:12 WIB
Antisipasi El Nino 2026, Pemerintah Perkuat Cadangan Pangan Nasional
Antisipasi El Nino 2026, Pemerintah Perkuat Cadangan Pangan Nasional

Jakarta, MAHATVA.ID - Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan langkah antisipatif telah disiapkan untuk menghadapi potensi kekeringan akibat fenomena El Nino yang diperkirakan melanda Indonesia pada pertengahan 2026.

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, menyatakan bahwa penguatan cadangan pangan pemerintah (CPP) menjadi strategi utama dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

“Kami sesuai arahan Kepala Badan Pangan Nasional sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, langsung melakukan mitigasi sejak awal. Penguatan cadangan pangan menjadi ujung tombak,” ujar Astawa, Jumat (3/4/2026).

Mitigasi Dini Hadapi Kemarau

Astawa menegaskan bahwa langkah mitigasi sangat krusial menjelang musim kemarau, terutama dengan meningkatnya potensi dampak El Nino terhadap produksi pangan.

Berdasarkan laporan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), fenomena El Nino diprediksi mulai berdampak pada awal Mei 2026, khususnya di wilayah selatan garis ekuator seperti Lampung, Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), hingga Nusa Tenggara Timur (NTT).

Penguatan Stok Pangan Nasional

Bapanas memastikan bahwa penguatan stok CPP terus dilakukan secara paralel dengan upaya menjaga produksi pangan dalam negeri oleh Kementerian Pertanian.

Melalui penugasan kepada Perum Bulog, pemerintah mengintensifkan penyerapan gabah petani yang akan diolah menjadi beras guna memperkuat stok nasional.

“Bapanas sudah menugaskan Bulog untuk melakukan penyerapan gabah sebagai bagian dari penguatan cadangan beras pemerintah,” jelas Astawa.

Selain beras, pemerintah juga memperkuat stok komoditas strategis lainnya seperti jagung pakan dan minyak goreng sebagai bagian dari strategi menghadapi potensi gangguan produksi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X