• Selasa, 20 Oktober 2026

Harga Minyak Dunia Tembus US$115, Bahlil Sinyalkan BBM Non-Subsidi Naik, Subsidi Tetap Ditahan

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Rabu, 1 April 2026 | 06:14 WIB
Harga Minyak Dunia Tembus US$115, Bahlil Sinyalkan BBM Non-Subsidi Naik, Subsidi Tetap Ditahan
Harga Minyak Dunia Tembus US$115, Bahlil Sinyalkan BBM Non-Subsidi Naik, Subsidi Tetap Ditahan

Jakarta,MAHATVA.ID -Apakah harga BBM akan naik di tengah lonjakan minyak dunia? Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memberi sinyal tegas: potensi kenaikan terbuka, namun hanya untuk BBM non-subsidi, sementara BBM subsidi dipastikan masih ditahan pemerintah.

Pernyataan itu disampaikan saat mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam kunjungan kerja ke Jepang, menyusul harga minyak global yang menembus US$115 per barel.

Bahlil menegaskan, mekanisme harga BBM non-subsidi, khususnya jenis industri-secara otomatis mengikuti harga pasar. Tanpa diumumkan pun, penyesuaian tetap berjalan sesuai formula dalam regulasi Kementerian ESDM.

“BBM industri itu mengikuti harga pasar. Mau diumumkan atau tidak, tetap bergerak. Itu seperti RON 95 dan RON 98, yang digunakan kalangan mampu,” ujarnya, Selasa (31/03/2026).

Ia menekankan, kelompok pengguna BBM non-subsidi tidak menjadi beban negara. Mereka membayar sesuai harga keekonomian, sehingga tidak memerlukan subsidi dari APBN.

“Selama mereka mampu bayar, negara hanya menyiapkan. Tidak ada tanggungan negara,” tegasnya.

Di sisi lain, pemerintah memastikan BBM subsidi tetap dilindungi. Hingga kini, belum ada keputusan kenaikan. Kebijakan tersebut disebut sebagai bentuk keberpihakan kepada masyarakat kecil di tengah tekanan harga energi global.

“Untuk BBM subsidi masih stabil. Arahan Presiden jelas, rakyat kecil harus diperhatikan,” kata Bahlil.

Meski demikian, pemerintah belum mengumumkan keputusan final terkait penyesuaian harga BBM ke depan. Publik diminta menunggu kebijakan resmi yang akan diputuskan Presiden dalam waktu dekat, mengingat awal bulan kerap menjadi momentum evaluasi harga.

Lonjakan harga minyak dunia menjadi variabel krusial yang tak bisa dihindari. Di satu sisi, pasar menekan harga BBM non-subsidi. Di sisi lain, pemerintah dihadapkan pada tanggung jawab menjaga daya beli masyarakat.

Keputusan yang akan diambil bukan sekadar soal angka, tetapi soal keseimbangan antara stabilitas ekonomi dan perlindungan sosial. Publik kini menunggu. apakah pemerintah mampu menjaga keduanya tetap berjalan seiring.


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X