• Selasa, 20 Oktober 2026

Indonesia-Jepang Sepakat Percepat Proyek Gas Abadi Blok Masela, Target Produksi 2029

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Selasa, 31 Maret 2026 | 17:58 WIB
Indonesia-Jepang Sepakat Percepat Proyek Gas Abadi Blok Masela, Target Produksi 2029
Indonesia-Jepang Sepakat Percepat Proyek Gas Abadi Blok Masela, Target Produksi 2029

Jakarta, MAHATVA.ID – Indonesia dan Jepang sepakat untuk mempercepat pengembangan ladang gas Abadi di Blok Masela, Maluku, di tengah meningkatnya dinamika geopolitik global.

Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, menyatakan seluruh pihak telah mencapai kesepakatan untuk mempercepat proyek strategis tersebut.

“Ya, semua pihak telah sepakat untuk mempercepatnya,” ujar Djoko, Senin (30/6/2026).

Ia menambahkan, proses diskusi terkait pengembangan Blok Masela berjalan positif dan menunjukkan kemajuan yang stabil.

Kesepakatan ini menjadi bagian dari penguatan kerja sama energi antara Indonesia dan Jepang dalam kunjungan Presiden Prabowo Subianto.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia turut mendampingi dalam agenda tersebut, dengan fokus utama pada peningkatan ketahanan energi nasional melalui kolaborasi internasional.

Juru bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia, menyebut kerja sama energi dengan Jepang memiliki potensi besar untuk memastikan pasokan energi Indonesia ke depan.

Sebelumnya, Bahlil telah bertemu dengan CEO Inpex Corporation, Takayuki Ueda, guna mempercepat realisasi proyek yang diperkirakan bernilai investasi hingga US$20 miliar.

Proyek Blok Masela dinilai sebagai salah satu proyek energi terbesar di Indonesia yang akan menjadi:


  • Sumber pasokan gas domestik jangka panjang
  • Penggerak ekonomi kawasan Indonesia Timur
  • Pilar penting ketahanan energi nasional


Duta Besar RI untuk Jepang, Nurmala Kartini Sjahrir, menyebut proyek ini sebagai tonggak penting bagi ketahanan energi Indonesia.

Ia memastikan tahap Front-End Engineering and Design (FEED) ditargetkan dimulai pada kuartal III 2026, dengan produksi gas pertama diproyeksikan pada 2029 atau 2030.

Sementara itu, Bahlil mengungkapkan progres proyek saat ini telah mencapai sekitar 25 persen. Ia menargetkan fase FEED bisa dimulai lebih cepat, yakni pada kuartal II 2026 atau paling lambat kuartal III 2026.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X