• Rabu, 14 Oktober 2026

INPEX Mulai Survei Geofisika dan Geoteknik Tambahan di Blok Masela, Dukung Tahap FEED Proyek Gas Abadi

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Selasa, 17 Maret 2026 | 15:22 WIB
INPEX Mulai Survei Geofisika dan Geoteknik Tambahan di Blok Masela, Dukung Tahap FEED Proyek Gas Abadi
INPEX Mulai Survei Geofisika dan Geoteknik Tambahan di Blok Masela, Dukung Tahap FEED Proyek Gas Abadi


MAHATVA.ID – Kepulauan Tanimbar. Operator Blok Masela, INPEX Masela Ltd., memulai kegiatan survei tambahan geofisika dan geoteknik (G&G) di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku. Survei ini menjadi bagian dari persiapan pengembangan Lapangan Gas Abadi sebelum proyek memasuki tahap keputusan investasi akhir atau Final Investment Decision (FID).

Kegiatan yang dilakukan bersama PT Taka Hydrocore Indonesia (THI) tersebut mencakup survei wilayah onshore dan intertidal. Survei dimulai sejak 10 Januari 2026 dan ditargetkan selesai pada 31 Mei 2026.

Survei tambahan ini difokuskan untuk memperoleh data kondisi tanah yang lebih detail sekaligus melakukan verifikasi teknis yang dibutuhkan kontraktor dalam tahap Front-End Engineering Design (FEED). Data tersebut diperlukan untuk memastikan desain proyek yang akurat, efisien, dan andal sebelum proyek gas raksasa ini memasuki tahap investasi.

Dalam pelaksanaannya, THI mengerahkan 15 unit rig pengeboran darat, tiga unit ponton geoteknik, serta satu unit rig amfibi (HAJU) yang digunakan untuk menjangkau area intertidal.

Total area survei yang dikerjakan mencapai sekitar 7,2 kilometer persegi atau setara dengan 200 hektare, termasuk wilayah perairan dangkal di sekitar lokasi proyek.

Vice President Corporate Services INPEX, Rudi Imran, menjelaskan bahwa kegiatan survei ini sangat penting untuk memastikan karakteristik geologi dan geoteknik di lokasi-lokasi strategis proyek.

“Hasil survei akan digunakan untuk memastikan stabilitas tanah serta mengonfirmasi karakteristik geoteknik dan kondisi geologi pada lokasi-lokasi strategis. Sampel yang diperoleh akan dianalisis di laboratorium guna mendukung perencanaan proyek yang presisi dan aman,” ujarnya.

Selain aspek teknis, kegiatan survei tersebut juga melibatkan 56 tenaga kerja lokal dari wilayah sekitar proyek.

Menurut Rudi, keterlibatan masyarakat setempat sejak tahap awal menjadi bagian dari komitmen INPEX untuk memberikan manfaat ekonomi langsung bagi daerah.

“Partisipasi aktif masyarakat lokal merupakan wujud komitmen kami agar proyek memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, baik melalui kesempatan kerja maupun peningkatan kapasitas sumber daya manusia,” katanya.

Lapangan Gas Abadi di Blok Masela merupakan salah satu proyek gas terbesar di Indonesia. Proyek ini direncanakan memiliki kapasitas produksi sekitar 9,5 juta ton LNG per tahun, ditambah pasokan gas pipa domestik sebesar 150 MMSCFD, serta produksi sekitar 35.000 barel kondensat per hari.

Sejak tahun 2017, proyek tersebut telah ditetapkan pemerintah sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) karena dinilai memiliki peran penting dalam memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan timur Indonesia.

Secara kepemilikan, proyek ini dioperasikan oleh INPEX Masela Ltd. dengan porsi 65 persen, diikuti PT Pertamina Hulu Energi Masela sebesar 20 persen, serta PETRONAS Masela Sdn. Bhd. sebesar 15 persen.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X