Saumlaki, MAHATVA.ID -Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar menyambut kedatangan 138 prajurit Brigif TP 39 Nusa Manan di Pelabuhan Saumlaki, Minggu (22/3/2026), sebagai langkah strategis memperkuat kehadiran negara di wilayah perbatasan sekaligus menjaga stabilitas keamanan masyarakat.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Brampi Moriolkosu, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kehadiran personel TNI bukan sekadar rotasi atau penugasan rutin, melainkan representasi nyata negara dalam memastikan kedaulatan wilayah tetap terjaga.
“Sebagai simbol kehadiran negara, laksanakan tugas dengan baik untuk menjaga Kabupaten Kepulauan Tanimbar sebagai salah satu wilayah perbatasan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujar Sekda di hadapan jajaran prajurit.
Ia menekankan bahwa posisi Tanimbar sebagai kawasan perbatasan menjadikan peran TNI tidak hanya vital dalam aspek pertahanan, tetapi juga strategis dalam menciptakan stabilitas sosial di tengah masyarakat.
Lebih lanjut, Sekda menggarisbawahi bahwa kehadiran prajurit harus mampu menghadirkan rasa aman yang nyata, bukan hanya dalam dimensi keamanan formal, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.
“Personel yang hadir di sini adalah simbol negara untuk menjaga dan melindungi masyarakat. Kami berharap kehadiran ini benar-benar memberikan kenyamanan dan rasa aman bagi seluruh masyarakat,” katanya.
Kedatangan 138 prajurit Brigif 39 Nusa Manan ini menjadi bagian dari penguatan bertahap di wilayah perbatasan, khususnya di kawasan timur Indonesia yang memiliki dinamika tersendiri dalam aspek keamanan dan kedaulatan.
Penempatan pasukan ini dinilai penting untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan, memperkuat sistem pertahanan teritorial, serta memastikan kehadiran negara dirasakan secara konkret oleh masyarakat di daerah terluar.
Prosesi penyambutan berlangsung khidmat dengan kehadiran unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Perwakilan DPRD, Aparat TNI-Polri, serta tokoh masyarakat dan adat. Momentum ini mencerminkan soliditas dan sinergi lintas elemen dalam menjaga stabilitas wilayah.
Dalam perspektif yang lebih luas, penguatan kehadiran TNI di Tanimbar tidak hanya berkaitan dengan pertahanan negara, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun kepercayaan publik terhadap institusi negara. Kepercayaan tersebut menjadi fondasi penting dalam menciptakan keamanan yang berkelanjutan.
Kehadiran 138 prajurit Brigif 39 Nusa Manan di Saumlaki menegaskan arah kebijakan penguatan wilayah perbatasan yang tidak semata berbasis kekuatan militer, tetapi juga pada pendekatan yang mampu menjamin rasa aman dan kepercayaan masyarakat. Dalam konteks ini, negara hadir tidak hanya untuk menjaga batas wilayah, tetapi juga memastikan setiap warga merasakan perlindungan yang nyata.