• Rabu, 21 Oktober 2026

Putin Nyatakan Dukungan ke Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Iran Usai Tewasnya Ali Khamenei

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Selasa, 10 Maret 2026 | 11:26 WIB
Putin Nyatakan Dukungan ke Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Iran Usai Tewasnya Ali Khamenei
Putin Nyatakan Dukungan ke Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Iran Usai Tewasnya Ali Khamenei

MAHATVA.ID – Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan dukungan penuh terhadap Mojtaba Khamenei yang resmi terpilih sebagai Pemimpin Tertinggi baru Iran pada Senin (9/3/2026).

Dalam pesan resmi yang dikirim kepada Mojtaba, Putin menegaskan solidaritas Rusia terhadap Iran di tengah situasi geopolitik yang memanas di kawasan Timur Tengah.

“Saya ingin menegaskan kembali dukungan teguh kami untuk Teheran dan solidaritas dengan teman-teman Iran kami,” kata Putin dalam pesannya, seperti dikutip dari AFP.

Putin juga menegaskan bahwa Rusia akan terus menjadi mitra strategis yang dapat diandalkan bagi Iran dalam berbagai bidang kerja sama.

Menurut Putin, kepemimpinan Mojtaba akan menghadapi tantangan besar, terutama karena Iran sedang berada dalam situasi konflik dan tekanan internasional.

“Di saat Iran menghadapi agresi bersenjata, masa jabatan Anda di posisi tinggi ini tidak diragukan lagi akan membutuhkan keberanian dan dedikasi yang besar,” ujar Putin.

Hubungan antara Rusia dan Iran memang dikenal sangat dekat dalam beberapa tahun terakhir. Kedekatan kedua negara semakin kuat setelah Rusia melancarkan invasi ke Ukraina.

Dalam konflik tersebut, Iran dilaporkan turut membantu Rusia dengan mengirim atau menjual sejumlah persenjataan.

Selain Rusia, beberapa negara lain juga memberikan tanggapan atas terpilihnya Mojtaba sebagai pemimpin tertinggi baru Iran. Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, menyatakan bahwa pergantian kepemimpinan tersebut merupakan urusan internal Iran.

“Ini adalah keputusan pihak Iran berdasarkan konstitusinya,” kata Guo dalam konferensi pers pada Senin.

Ia juga menegaskan bahwa China menolak segala bentuk campur tangan terhadap urusan dalam negeri suatu negara.

“China menolak segala campur tangan urusan dalam negara lain dengan dalih apa pun, dan kedaulatan serta keamanan Iran harus dihormati,” tambahnya.

Mojtaba Khamenei naik ke tampuk kekuasaan setelah Pemimpin Tertinggi Iran sebelumnya, Ali Khamenei, dilaporkan tewas dalam operasi militer yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari lalu.

Operasi tersebut disebut sebagai bagian dari kebijakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang sebelumnya menyatakan keinginannya untuk mengganti rezim di Iran.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X