• Selasa, 20 Oktober 2026

Gibran Tinjau Pelatihan AI dan Robotik Santri di Ponpes Baitul Arqom Bandung

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Sabtu, 7 Maret 2026 | 11:44 WIB
Gibran Tinjau Pelatihan AI dan Robotik Santri di Ponpes Baitul Arqom Bandung
Gibran Tinjau Pelatihan AI dan Robotik Santri di Ponpes Baitul Arqom Bandung

BANDUNG, MAHATVA.ID – Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka bersama Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan meninjau pelatihan kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI) dan robotik bagi para santri di Pondok Pesantren Baitul Arqom Al-Islami, Kabupaten Bandung, Rabu (4/3/2026).

Peninjauan ini dilakukan untuk melihat secara langsung pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran di lingkungan pesantren sebagai bagian dari upaya mempersiapkan generasi muda menghadapi era transformasi digital.

Kunjungan tersebut juga sejalan dengan program prioritas pemerintahan Prabowo Subianto dalam kerangka Asta Cita, khususnya penguatan sumber daya manusia unggul serta peningkatan kualitas pendidikan berbasis teknologi yang inklusif, termasuk di lingkungan pesantren.

Santri Kembangkan Berbagai Proyek Robotik

Dalam kunjungannya, Gibran melihat langsung sejumlah proyek robotik yang sedang dikembangkan para santri. Beberapa di antaranya berupa robot pengalir air wudhu otomatis, robot yang mampu berjalan dengan dua kaki, hingga robot untuk kompetisi seperti robot sumo dan robot pemain bola.

“Ini tadi kita sudah meninjau beberapa murid yang sedang belajar membuat robot dan juga belajar AI. Tadi ada robot untuk mengalirkan air wudhu secara otomatis, ada robot yang bisa berjalan dengan dua kaki, robot sumo dan robot pemain bola yang bisa dikompetisikan,” ujar Gibran.

Selain itu, Gibran juga menyaksikan kegiatan santriwati yang sedang mempelajari pemanfaatan teknologi AI menggunakan perangkat digital.

Santri Didorong Kuasai Teknologi

Dalam kesempatan tersebut, Gibran menekankan pentingnya para santri dan santriwati untuk mengikuti perkembangan zaman dengan menguasai teknologi.

“Tadi santriwati juga belajar AI. Saya tekankan pentingnya santri dan santriwati untuk mengikuti perkembangan zaman. Kalau santri akhlaknya baik, ngajinya baik, tapi akan lebih baik lagi kalau bisa menguasai teknologi-teknologi terkini seperti AI dan robotik,” lanjutnya.

Menurut Gibran, pembelajaran teknologi seperti coding di pesantren bukan semata-mata untuk mencetak programmer, melainkan untuk melatih pola pikir kritis dan inovatif para santri.

“Coding itu melatih anak-anak muda untuk berpikir kritis, critical thinking, dan berpikir komputasional. Ini penting sekali karena ke depan persaingan akan semakin ketat. Saya tidak ingin santri-santriwati di pondok ini ketinggalan,” tegasnya.

Guru Diminta Terus Update Pengetahuan

Gibran menilai berbagai proyek robotik yang ditampilkan para santri masih berada pada tahap dasar, namun memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan.

“Yang dipelajari tadi masih dasar, tapi ini bisa dikembangkan lagi. Robot-robot seperti ini setiap tahun ada kompetisinya, jadi inovasinya bisa terus ditingkatkan,” ujarnya.

Ia juga menitipkan pesan kepada para guru agar terus memperbarui pengetahuan di tengah pesatnya perkembangan teknologi.

“Perkembangan teknologi ini sangat cepat. Guru tidak boleh ketinggalan dari muridnya,” kata Gibran.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X