• Selasa, 20 Oktober 2026

Warga Cicadas Gunung Putri Keluhkan Kebisingan Pabrik Keramik 24 Jam, Tagih Tindakan

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Selasa, 24 Februari 2026 | 04:06 WIB
Warga Cicadas Gunung Putri Keluhkan Kebisingan Pabrik Keramik 24 Jam, Tagih Tindakan
Warga Cicadas Gunung Putri Keluhkan Kebisingan Pabrik Keramik 24 Jam, Tagih Tindakan


Bogor, MAHATVA.ID— Warga Desa Cicadas, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, mengeluhkan kebisingan yang ditimbulkan oleh salah satu pabrik pembuat keramik yang beroperasi di sekitar area permukiman. Suara bising mesin pabrik tersebut disebut berlangsung selama 24 jam penuh dan dinilai sangat mengganggu kenyamanan serta kesehatan warga.

Keluhan tersebut mencuat ke ruang publik setelah diunggah melalui media sosial pada Minggu (22/2/2026). Dalam unggahan tersebut, warga secara langsung menandai akun dan meminta perhatian serta tindakan tegas dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Salah satu warga, pemilik akun media sosial @zelineadlea, menuliskan keluhannya secara terbuka.
“Pak tolong kami warga Desa Cicadas, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor. Suara bising pabrik sampai ke pemukiman warga 24 jam penuh!” tulisnya.

Ia juga mengungkapkan kekecewaannya terhadap pihak manajemen pabrik yang dinilai tidak menunjukkan itikad baik dalam menyelesaikan persoalan tersebut.


“Tidak ada itikad baik dari pihak manajemen untuk menyelesaikan permasalahan ini!” sambungnya.

Lebih jauh, warga tersebut mengaku kondisi kebisingan telah berdampak serius pada kesehatan pribadinya. Ia menyebut suara mesin pabrik dan bunyi benturan keras dari aktivitas produksi membuatnya tidak bisa beristirahat dengan tenang di rumah sendiri.


“Saya sedang sakit, tidak bisa tenang di rumah saya sendiri akibat suara bising dari mesin dan suara-suara bantingan,” keluhnya.

Bahkan, ia mengaku saat ini tengah menjalani perawatan medis akibat gangguan kesehatan yang diduga dipicu oleh kebisingan tersebut.


“Saat ini saya menjadi pasien rawat jalan spesialis neurologi akibat dari suara bising mesin ini sampai mengganggu syaraf otak saya, Bapak,” tulisnya dalam unggahan yang ditujukan kepada Gubernur Jawa Barat.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak manajemen pabrik keramik maupun dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat terkait keluhan warga tersebut.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X