• Rabu, 14 Oktober 2026

Polemik Gus Miftah dan Penjual Es Teh: PBNU dan GP Ansor Berikan Tanggapan Berbeda

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Senin, 9 Desember 2024 | 14:01 WIB
Polemik Gus Miftah dan Penjual Es Teh: PBNU dan GP Ansor Berikan Tanggapan Berbeda
Polemik Gus Miftah dan Penjual Es Teh: PBNU dan GP Ansor Berikan Tanggapan Berbeda

MAHATVA.ID – Polemik yang melibatkan Miftah Maulana atau Gus Miftah dan seorang penjual es teh bernama Sunhaji terus menjadi sorotan publik. Insiden ini bermula ketika Gus Miftah dianggap mengolok-olok Sunhaji dalam sebuah pengajian. Wakil Sekretaris Jenderal PBNU, Rahmat Hidayat Pulungan, dan Ketua Umum GP Ansor, Addin Jauharudin, memberikan tanggapan yang berbeda terkait peristiwa ini.

Rahmat Hidayat Pulungan mengingatkan bahwa kader NU harus konsisten membela pihak yang lemah dan menegakkan prinsip kemanusiaan. Ia menegaskan bahwa meskipun Gus Miftah memiliki atribut sebagai tokoh agama dan pejabat negara, setiap kesalahan tetap harus diakui dan menjadi bahan introspeksi.

"Kita harus tegak lurus dengan prinsip kemanusiaan dan konsisten membela yang lemah. Kalau salah ya salah, kalau tidak pantas ya tidak boleh dibela. Mandat kita adalah mengingatkan, bukan membenarkan kesalahan," ujar Rahmat dalam keterangannya.

Rahmat juga menekankan pentingnya menjaga nilai dan norma bangsa, terutama bagi tokoh yang menjadi panutan publik. Ia menegaskan bahwa memaafkan adalah kewajiban, namun kesalahan tetap harus diakui tanpa pembenaran.

"Soal pintar dan goblok itu subjektif. Banyak lulusan SD yang jadi konglomerat, sementara banyak lulusan perguruan tinggi yang menganggur. Jadi, berhati-hatilah dalam berbicara di ruang publik," tambahnya.

Di sisi lain, Ketua Umum GP Ansor, Addin Jauharudin, mengimbau agar polemik ini tidak diperpanjang. Menurut Addin, peristiwa tersebut hanyalah sebuah guyonan yang tidak perlu dibesar-besarkan, terutama karena Gus Miftah dan Sunhaji sudah bertemu dan saling memaafkan.

"Itu hanya guyon. Kita kenal Gus Miftah sebagai tokoh yang sering bergurau. Mereka sudah bertemu dan bermaafan, jadi polemik ini tidak perlu diperpanjang," ujar Addin.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X