• Minggu, 18 Oktober 2026

Prestasi Kalah oleh Kedekatan? SMP Paulus Saumlaki Diterpa Dugaan Manipulasi Nilai

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Senin, 2 Juni 2025 | 07:22 WIB
Prestasi Kalah oleh Kedekatan? SMP Paulus Saumlaki Diterpa Dugaan Manipulasi Nilai
Prestasi Kalah oleh Kedekatan? SMP Paulus Saumlaki Diterpa Dugaan Manipulasi Nilai

MAHATVA.ID - Dunia pendidikan kembali diguncang oleh isu serius. SMP Paulus Saumlaki, yang dikenal sebagai salah satu sekolah unggulan di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, kini menjadi sorotan karena dugaan ketidakadilan dalam penentuan nilai dan peringkat kelulusan siswa tahun ajaran 2024/2025.

Salah satu orang tua murid menyuarakan kekecewaan mendalam atas sistem penilaian yang dinilai tidak objektif, tidak transparan, dan sarat konflik kepentingan. Isu ini mencuat karena adanya ketimpangan yang mencolok antara prestasi akademik siswa dan peringkat kelulusan yang diumumkan.

Dugaan kuat menyebut bahwa penilaian akhir siswa ditentukan berdasarkan kedekatan emosional antara siswa, wali kelas dan Kepala Sekolah, bukan berdasarkan kualitas akademik yang sesungguhnya. Hal ini mencederai nilai-nilai integritas pendidikan yang seharusnya dijunjung tinggi.

Sistem penilaian resmi di SMP Paulus Saumlaki mengacu pada komposisi 60% nilai rapor (semester), 30% ujian sekolah dan 10% ujian praktik.

Namun, seorang guru mata pelajaran mengungkapkan bahwa perhitungan akhir sepenuhnya mengacu pada formula ini. Bahkan, pengumuman nilai diketahui bocor sebelum waktu resmi, memunculkan dugaan manipulasi data dan pelanggaran prosedur.

Kasus yang paling disorot adalah siswa yang dikenal memiliki prestasi akademik yang sangat baik, namun justru tergeser ke peringkat enam besar menurut sumber yang di dapat dari internal sekolah yg juga merasa prihatin, sementara siswa lain yang dinilai berada di bawah kualitasnya justru melonjak ke peringkat atas.

“Anak kami belajar siang malam demi hasil terbaik. Tapi apa daya, ternyata penentu nilai bukan prestasi, tapi hubungan personal. Ini jelas praktik nepotisme dalam dunia pendidikan,” ungkap salah satu orang tua murid.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X