• Selasa, 20 Oktober 2026

Indonesia Siap Bantu Malaysia Redakan Konflik Thailand-Kamboja, Kemenlu: Kita Punya Pengalaman

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Selasa, 29 Juli 2025 | 06:57 WIB
Indonesia Siap Bantu Malaysia Redakan Konflik Thailand-Kamboja, Kemenlu: Kita Punya Pengalaman
Indonesia Siap Bantu Malaysia Redakan Konflik Thailand-Kamboja, Kemenlu: Kita Punya Pengalaman

MAHATVA.ID – Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI menyatakan kesiapannya untuk membantu Malaysia meredakan ketegangan yang kembali terjadi antara Thailand dan Kamboja. Malaysia diketahui tengah menjabat sebagai Ketua ASEAN 2025, dan tengah mengupayakan mediasi antara kedua negara yang berselisih.

“Kita sudah sampaikan kesiapan untuk bantu Malaysia, mengingat banyak pengalaman kita di tahun 2011 lalu untuk meredakan ketegangan di antara kedua negara saat itu,” kata Juru Bicara Kemenlu RI, Roy Soemirat dikutip Kompas.com, Minggu (27/7/2025).

Sengketa Perbatasan Memanas

Ketegangan terbaru dipicu oleh konflik lama mengenai kepemilikan sejumlah kuil kuno yang terletak di wilayah perbatasan Thailand-Kamboja. Bentrokan bersenjata yang terjadi telah meluas, melibatkan jet tempur, tank, dan pasukan darat yang beroperasi di kawasan pedesaan berhutan dan lahan pertanian.

Menurut laporan media, konflik tersebut telah menyebabkan sedikitnya 34 korban jiwa dan lebih dari 200.000 orang mengungsi dari wilayah perbatasan.

Thailand merespons dengan menutup perbatasan mereka, sementara Kamboja memutuskan hubungan diplomatik dengan negara tetangganya itu, menuding Thailand menggunakan kekuatan berlebihan.

Indonesia Lakukan Komunikasi Diplomatik

Roy Soemirat menyebut, Menlu RI telah melakukan komunikasi intensif dengan Menlu Malaysia untuk menyusun langkah kolektif ASEAN dalam meredakan ketegangan ini.

“Indonesia tengah mencari formula yang tepat, baik melalui kerangka bilateral maupun ASEAN, untuk meredam dan menyelesaikan eskalasi yang terjadi,” ujarnya.

Sebagai catatan, Indonesia pernah menjadi penengah dalam konflik serupa saat menjabat sebagai Ketua ASEAN pada 2011. Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat itu memprakarsai pendekatan damai terhadap kedua pihak yang bertikai.

Butuh Mandat Ketua ASEAN

Guru Besar Hukum Internasional UI, Prof. Hikmahanto Juwana, mengingatkan bahwa Indonesia harus terlebih dahulu mendapat mandat dari Malaysia sebagai Ketua ASEAN jika ingin menjadi mediator.

“Bisa saja Indonesia jadi jembatan perdamaian, asalkan dapat pendelegasian dari Ketua ASEAN,” kata Hikmahanto.

Ia menambahkan bahwa permintaan mediasi juga harus datang dari pihak yang berkonflik dan disampaikan secara resmi kepada Ketua ASEAN. Jika upaya Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim tidak membuahkan hasil, barulah ketua ASEAN bisa menunjuk negara anggota lain, termasuk Indonesia, sebagai penengah.

Apresiasi dari DPR

Ketua Harian Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, mengapresiasi langkah Malaysia yang berinisiatif mempertemukan Thailand dan Kamboja melalui perundingan di Kuala Lumpur, Senin (28/7/2025).

“Inisiasi Perdana Menteri Malaysia untuk mempertemukan kedua negara itu patut kita apresiasi,” kata Dasco di Gedung DPR RI.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X