• Rabu, 21 Oktober 2026

Rupiah Stabil di Rp16.400 per Dolar AS, BI Targetkan Penguatan ke Rp16.300

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Rabu, 3 September 2025 | 14:21 WIB
Rupiah Stabil di Rp16.400 per Dolar AS, BI Targetkan Penguatan ke Rp16.300
Rupiah Stabil di Rp16.400 per Dolar AS, BI Targetkan Penguatan ke Rp16.300

Jakarta, MAHATVA.ID – Nilai tukar Rupiah kembali stabil di level Rp16.400 per dolar Amerika Serikat (AS) pada Selasa (2/9/2025) setelah sempat tertekan akibat sentimen unjuk rasa. Bank Indonesia (BI) memastikan akan terus menjaga stabilitas mata uang nasional agar menguat lebih jauh.

“Rupiah yang kemarin pagi pernah mencapai Rp16.560, alhamdulillah, hari ini kami bisa stabilkan ke Rp16.400. Kami akan berusaha untuk lebih rendah lagi kembali ke Rp16.300 dan lebih kuat lagi,” ujar Gubernur BI Perry Warjiyo dalam rapat kerja bersama DPD RI di Jakarta.

Pergerakan Nilai Tukar

Sebelumnya, rupiah sempat ditutup melemah pada Jumat (29/8/2025) sebesar 147 poin atau 0,90 persen menjadi Rp16.500 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.353 per dolar AS.

Perry menegaskan, BI terus menjaga stabilitas nilai tukar, moneter, serta pasar keuangan dengan memperkuat koordinasi bersama Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Fundamental Ekonomi Terjaga

Menurut Perry, ketahanan eksternal Indonesia tetap kuat. Hal ini didukung oleh:

  • Surplus neraca perdagangan yang berlanjut

  • Aliran modal asing yang kondusif

  • Cadangan devisa besar mencapai 152 miliar dolar AS

Selain itu, BI juga melakukan langkah stabilisasi rupiah melalui intervensi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar off-shore, serta transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik.

“Komitmen BI adalah menjaga nilai tukar rupiah agar tetap stabil dan bergerak menguat, sejalan dengan fundamental ekonomi yang membaik, surplus perdagangan yang berlanjut, aliran modal asing yang masuk, serta cadangan devisa yang memadai,” tegas Perry.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X