MAHATVA.ID -Dalam momentum peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025, Yayasan Sor Silai Tanimbar melakukan aksi konkret penyelamatan lingkungan melalui penanaman pohon buah dan pohon kehutanan di kawasan sumber air Weturlely, Desa Latdalam, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar,Kamis (5/6/2025)
Dengan mengusung tema "Tanam Pohon, Rawat Alam, Buka Jalan Wisata", kegiatan ini menjadi titik awal gerakan ekowisata berkelanjutan dan konservasi sumber air berbasis masyarakat lokal.
Sinergi Multipihak untuk Lingkungan dan Ekonomi
Kegiatan ini dihadiri berbagai elemen strategis, di antaranya:
Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan dan SDM Somalay Batlayery mewakili Bupati,
Wakapolres Kompol Wilhelmus Bernard Minanlarat,
Perwakilan Kodim 1507/Saumlaki,
Kadis Pariwisata Imanuel JF Umnehopa,
serta unsur Forkopimcam, Pemerintah Desa, BPD, tokoh agama, adat, perempuan, pemuda, dan media.
Aksi penanaman difokuskan di lokasi strategis Weturlely, yang dalam bahasa lokal berarti “air yang keluar dari dalam tanah”. Tempat ini bukan hanya sumber air bersih utama bagi Desa Latdalam, tetapi juga mulai berkembang sebagai destinasi ekowisata alam dan budaya di Kepulauan Tanimbar.
Agroforestri: Menjaga Hutan, Menumbuhkan Harapan
Ketua Yayasan Sor Silai Tanimbar, Simon Lolonlun, menyampaikan bahwa pendekatan agroforestri yang diterapkan memadukan konservasi hutan dan ketahanan pangan lokal. Tanaman kehutanan seperti trambesi, kayu besi, lenggua, dan gemelina ditanam berdampingan dengan pohon buah-buahan seperti nangka salak, alpukat, dan mangga.
“Kami ingin agar Weturlely bukan hanya objek wisata, tapi juga menjadi zona konservasi dan lumbung pangan alami. Wisatawan bisa memetik buah langsung, dan masyarakat dapat menjual hasil olahan secara lokal,” ujarnya.
Program ini juga merupakan bagian dari dukungan terhadap target nasional FOLU Net Sink 2030, komitmen Indonesia untuk menurunkan emisi karbon melalui restorasi dan konservasi hutan.