“Khususnya oleh wartawan, komunitas pers agar penguatan terhadap nilai-nilai kebangsaannya harus terus dikuatkan, bahkan harus terus ditularkan kepada masyarakat,” katanya.
Akhmad Munir menambahkan, produk jurnalistik perlu tetap menjunjung nilai-nilai kebangsaan, menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta merawat keberagaman bangsa.
“Kita bekerja dalam koridor jurnalisme, di mana memproduksi dan mendistribusi berita. Sehingga berita-berita yang kita produksi, berita-berita yang kita siarkan itu tetap menjaga NKRI, nilai-nilai kebangsaan, dan merawat kebinekaan, keragaman bangsa Indonesia ini agar betul-betul menjadi bangsa yang tahan dan kuat,” tuturnya.
Lemhannas: Ketahanan Nasional Tak Hanya Bertumpu pada Militer
Sementara itu, Gubernur Lemhannas RI, Ace Hasan Syadzily, menegaskan bahwa ketahanan nasional tidak hanya ditentukan oleh kekuatan militer. Ketahanan bangsa juga mencakup berbagai aspek lain, mulai dari ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, hingga demografi.
“Kita menyampaikan ketahanan nasional bukan hanya ditentukan kekuatan militer, tetapi juga oleh komponen yang lain. Ketahanan ideologi, politik, ekonomi, sosial dan budaya, demografi kita,” ujar Ace.
Ia menyebut pembangunan ketahanan nasional merupakan tanggung jawab seluruh komponen bangsa. Karena itu, kolaborasi dengan berbagai lembaga, termasuk PWI, diperlukan untuk merespons tantangan yang terus berkembang.
Ace juga mengingatkan adanya ancaman nonmiliter, termasuk perang kognitif yang dapat memengaruhi pola pikir dan persepsi masyarakat. Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) serta penggunaan algoritma dalam penyebaran informasi turut menjadi tantangan yang perlu diantisipasi.
Menurutnya, masyarakat perlu memiliki kemampuan berpikir kritis agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang beredar.
“Kita harus menyadari itu dan bisa jadi kita menjadi kekuatan yang dipakai,” tuturnya.
Perkuat Kapasitas Pers di Tengah Perkembangan Teknologi
Pembaruan kerja sama PWI dan Lemhannas diharapkan memperkuat kapasitas wartawan dalam memahami nilai-nilai kebangsaan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lingkungan pers.
Melalui pendidikan, pelatihan, pertukaran informasi, dan kegiatan bersama, kedua lembaga diharapkan dapat memperluas ruang pembelajaran bagi wartawan dalam menghadapi tantangan informasi yang semakin kompleks.
Kolaborasi tersebut juga diharapkan mendorong insan pers menjalankan fungsi jurnalistik secara profesional, kritis, dan bertanggung jawab, sekaligus berkontribusi dalam menjaga persatuan serta ketahanan nasional di tengah perubahan teknologi informasi.