nasional

Prabowo Dorong 70 Ribu Polisi Hutan, Penanganan Karhutla Tanjung Puting Diperkuat

Rabu, 14 Oktober 2026 | 07:09 WIB
Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas membahas penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) secara hybrid dari Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 12 Oktober 2026: Ist

Penguatan personel tersebut diharapkan dapat mendukung pengawasan kawasan hutan secara lebih efektif, termasuk dalam mendeteksi potensi kebakaran sejak dini dan mencegah meluasnya titik api.

Kirim 200 Pompa Air untuk Percepat Pemadaman

Dalam rapat yang sama, Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin memaparkan kondisi penanganan kebakaran di kawasan Tanjung Puting.

Ia menjelaskan, titik-titik kebakaran tersebar di sejumlah lokasi yang berada di kawasan rawa dan sulit dijangkau kendaraan. Kondisi geografis tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi petugas yang melakukan pemadaman secara langsung.

Salah satu kebutuhan mendesak di lapangan adalah pompa air berukuran kecil yang dapat membantu petugas menjangkau titik api.

Saat Pangdam menyampaikan kebutuhan sekitar 50 pompa air, Prabowo langsung memutuskan untuk menambah dukungan menjadi 200 unit.

“Berapa kau butuh pompa air? 50? Saya kirim 200,” ujar Presiden.

Dukungan tersebut diarahkan untuk memperkuat kemampuan pemadaman di lokasi yang sulit dijangkau, terutama di kawasan rawa yang memiliki keterbatasan akses bagi kendaraan dan peralatan berukuran besar.

Rp2 Miliar untuk 200 Titik Bor Air

Selain pompa air, kebutuhan sumber air di lokasi kebakaran juga menjadi perhatian. Pangdam menyampaikan bahwa karakteristik kawasan rawa memungkinkan sumber air diperoleh melalui pengeboran dengan kedalaman sekitar 10 hingga 15 meter.

Menanggapi kebutuhan tersebut, Prabowo menyatakan dukungan anggaran sebesar Rp2 miliar untuk pembuatan 200 titik bor air.

“Saya kirim Rp2 miliar, 200 titik,” kata Prabowo.

Keberadaan titik bor diharapkan dapat membantu menyediakan sumber air yang lebih dekat dengan lokasi pemadaman, sehingga petugas memiliki dukungan yang memadai dalam menghadapi kebakaran di medan yang sulit dijangkau.

Presiden juga meminta agar masyarakat setempat dilibatkan dalam proses pembuatan titik-titik bor tersebut. Pelibatan warga diharapkan dapat mendukung percepatan pekerjaan sekaligus memperkuat partisipasi masyarakat dalam penanganan karhutla.

Pencegahan Jadi Kunci Perlindungan Hutan

Penanganan karhutla di Taman Nasional Tanjung Puting tidak hanya membutuhkan langkah pemadaman cepat, tetapi juga strategi pencegahan yang berkelanjutan.

Dukungan peralatan, penyediaan sumber air, penguatan personel polisi hutan, serta keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam upaya melindungi kawasan hutan dari ancaman kebakaran.

Perhatian khusus pemerintah terhadap Taman Nasional Tanjung Puting juga menegaskan pentingnya menjaga kawasan konservasi agar tidak mengalami kerusakan yang lebih luas akibat karhutla.

Halaman:

Tags

Terkini