Menurut Puan, tata kelola pemerintahan yang baik pada akhirnya merupakan tata kelola yang berkeadilan, yakni mampu menerjemahkan kedaulatan rakyat menjadi kesejahteraan rakyat.
Atas nama DPR RI, Puan kemudian menyerukan kepada seluruh parlemen anggota IPU untuk memperkuat kerja sama dalam membangun tatanan dunia yang lebih baik.
“Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, yang mewakili rakyat Indonesia, menyerukan kepada seluruh parlemen anggota IPU untuk bekerja sama membangun tatanan dunia yang lebih baik, lebih makmur, adil, dan manusiawi,” serunya.
Ia juga menekankan pentingnya hubungan antarnegara yang menempatkan kemanusiaan, kesejahteraan bersama, martabat, dan kedaulatan setiap bangsa sebagai prinsip utama.
Puan Disebut Mendapat Sambutan Delegasi Negara Sahabat
Wakil Ketua BKSAP DPR RI Irine Yusiana Roba Putri mengatakan kehadiran Puan dalam Sidang Umum IPU ke-153 mendapat sambutan dari sejumlah delegasi parlemen negara sahabat.
Irine menyebut sejumlah anggota parlemen memberikan apresiasi terhadap pandangan yang disampaikan Puan dalam forum tersebut.
“Contohnya saat setelah speech, Ibu Ketua DPR disambut oleh delegasi Iran yang menyatakan menghargai pidato beliau yang inspiratif dan merefleksikan keadilan sosial dan demokrasi ekonomi,” ungkap Irine.
Menurut Irine, beberapa delegasi juga menyampaikan apresiasi ketika Puan hendak meninggalkan ruang acara untuk mengikuti agenda bilateral.
“Lalu saat hendak meninggalkan ruang acara karena akan melakukan bilateral meeting, Ibu Ketua dicegat oleh beberapa delegasi seraya mengucapkan terima kasih atas dukungan resolusi Nepal dan bahan pidato beliau,” lanjutnya.
Selain membawa isu diplomasi dan kepentingan Indonesia, kehadiran Puan di Tanzania juga berkaitan dengan agenda pemilihan Presiden IPU untuk periode 2026–2029.
Pemilihan Presiden IPU berlangsung setiap tiga tahun. Dalam pemilihan kali ini terdapat tiga kandidat. Irine menyebut dua kandidat di antaranya berasal dari Azerbaijan dan Australia yang memiliki hubungan dengan Indonesia.
Puan, kata Irine, akan mengikuti proses tersebut dengan mendengarkan visi dan misi seluruh kandidat serta melakukan pertemuan dengan para calon secara berimbang sebelum proses pemungutan suara.
“Partisipasi Ketua DPR RI Puan Maharani dalam IPU Assembly ke-153 didorong oleh peristiwa tiga tahun sekali pemilihan Presiden IPU untuk masa jabatan 2026-2029,” jelas Irine.
“Selain menyaksikan dan turut dalam pemungutan suara, kehadiran Ketua DPR merupakan dukungan solidaritas kepada para calon Presiden dalam proses pemilihan Presiden IPU tersebut,” pungkasnya.
Artikel Terkait
Puan Maharani Kembali Minta Maaf dan Janji Evaluasi Kinerja DPR, Tunjangan Fantastis Tetap Cair Hingga Oktober 2025
Peringatan Hari Kartini 2026, Puan Maharani Tegaskan Perempuan Penentu Masa Depan Bangsa
Ketua DPR Puan Maharani Prihatin Gempa Venezuela, Jepang, dan California, Minta Pemerintah Pastikan Keselamatan WNI