berita

Latihan Gabungan TNI 2026 Tampilkan Kekuatan Tempur Terintegrasi Tiga Matra

Jumat, 7 Agustus 2026 | 15:38 WIB
Latihan Gabungan TNI 2026 Tampilkan Kekuatan Tempur Terintegrasi Tiga Matra

BOGOR, MAHATVA.ID – Tentara Nasional Indonesia (TNI) menggelar Latihan Gabungan Operasi TNI Terintegrasi 2026 di daerah latihan TNI AL Dabo Singkep, Kepulauan Riau, Rabu (5/8/2026). Latihan tersebut menampilkan kemampuan tempur terpadu Perisai Trisula Nusantara dengan melibatkan kekuatan matra darat, laut, dan udara serta pemanfaatan teknologi peperangan modern, termasuk drone kamikaze AKM KI-50 dan rudal C-705.

Latihan dipimpin langsung oleh Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin, didampingi Panglima TNI serta para Kepala Staf Angkatan. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesiapan operasi gabungan TNI dalam menghadapi ancaman pertahanan yang semakin kompleks.

Berdasarkan keterangan Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut, latihan mengintegrasikan strategi peperangan modern dengan pemanfaatan berbagai alutsista canggih dari ketiga matra.

Operasi diawali dengan pertahanan udara oleh TNI Angkatan Udara yang mengerahkan pesawat tempur Rafale dan F-16 dengan membawa bom MK-82. Selanjutnya, Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat) melaksanakan Operasi Khusus Matra Udara sebagai bagian dari skenario penyerbuan.

Dari matra laut, TNI Angkatan Laut mengoperasikan Unmanned Surface Vehicle (USV) Kamikaze yang diluncurkan dari KRI Soeharso-991, dilanjutkan operasi peranjauan dan infiltrasi pasukan khusus Komando Pasukan Katak (Kopaska) yang melakukan simulasi sabotase kabel bawah laut.

Latihan juga mensimulasikan operasi siber dengan skenario pelumpuhan instalasi listrik lawan sebelum dilanjutkan dengan penembakan rudal C-705 dari KRI Sampari-628 menuju sasaran di darat.

Selain rudal, TNI AL mengerahkan kemampuan Bantuan Tembakan Kapal (BTK) menggunakan KRI Prabu Siliwangi-321, KRI Sultan Iskandar Muda-367, dan KRI Raden Eddy Martadinata-331. Korps Marinir turut mendukung operasi melalui penembakan Multi Launcher Rocket System (MLRS).

Sementara itu, TNI Angkatan Darat melaksanakan penerjunan tempur pasukan Lintas Udara (Linud) menggunakan pesawat Hercules C-130, didukung penggunaan drone intai tempur dan satuan Artileri Medan.

Seluruh rangkaian latihan dirancang untuk menguji interoperabilitas antarmatra sekaligus meningkatkan kesiapan tempur menghadapi berbagai ancaman modern, baik konvensional maupun nonkonvensional.

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menyatakan latihan tersebut menunjukkan kesiapan TNI dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Menurutnya, kemampuan yang ditampilkan menjadi bukti meningkatnya kesiapan tempur TNI, baik dari sisi kualitas prajurit, kesiapan alutsista, maupun dukungan amunisi.

Sjafrie juga menegaskan bahwa revitalisasi pertahanan nasional yang dijalankan pemerintah pada 2026 mulai memperlihatkan hasil nyata.

Ia menambahkan, penggunaan berbagai produk industri pertahanan dalam negeri, termasuk drone kamikaze buatan nasional, mencerminkan komitmen pemerintah dalam memperkuat kemandirian industri pertahanan sekaligus meningkatkan daya tangkal Indonesia terhadap berbagai ancaman.

Terkini