Banda,MAHATVA.ID -Sebuah insiden kembali mencoreng pelayanan KM Pangrango, kapal penumpang milik PT Pelni (Persero) yang melayani rute Ambon - Banda - Saumlaki . Terpantau saat kapal tiba di Pelabuhan Banda, sejumlah rombongan penumpang mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari petugas keamanan (satpam) kapal, Kamis (6/8/2026)
Para penumpang diteriaki dengan kalimat kasar dan nada arogan untuk segera turun dari kapal.
"Kami disuruh turun dengan teriakan yang sangat keras dan tidak sopan, padahal kami baru saja tiba dan sedang mengurus barang bawaan," ujar salah satu penumpang yang enggan disebutkan namanya.
Peristiwa ini terjadi pada saat proses bongkar muat penumpang di Pelabuhan Banda, salah satu pelabuhan penting di kawasan Kepulauan Maluku yang menjadi destinasi wisata sejarah dan jalur logistik .
Pelanggaran terhadap SOP Pelni
Standar Operasional Prosedur (SOP) PT Pelni secara tegas mengatur bahwa seluruh awak kapal, termasuk satuan pengamanan (satpam), wajib memberikan pelayanan prima dan komunikasi yang santun kepada penumpang.
Berdasarkan dokumen Standar Pelayanan Penanganan Keluhan di Atas Kapal, petugas diwajibkan memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik, bersikap ramah, serta mampu berhubungan dengan semua level penumpang dan manajemen .
Selain itu, dalam prosedur penanganan penumpang di kapal, petugas pengamanan bertugas melakukan pengawasan dengan pendekatan humanis, bukan dengan tindakan intimidatif atau komunikasi kasar.
Catatan Kelam Pelayanan KM Pangrango
Insiden ini bukan yang pertama kali terjadi di KM Pangrango. Sebelumnya, pada Januari 2025, media melaporkan dugaan tindakan kekerasan dan pungutan liar yang dilakukan oknum crew kapal terhadap penumpang yang tidak memiliki tiket resmi di rute yang sama .
Dalam kasus tersebut, seorang penumpang mengaku dicekram lehernya oleh petugas keamanan saat mencoba mendokumentasikan bukti pembayaran, meskipun ia telah berupaya menyelesaikan kewajibannya secara baik-baik .
Kasus arogansi dan kekerasan yang berulang ini menjadi perhatian serius mengingat keselamatan dan kenyamanan penumpang adalah prioritas utama dalam setiap pelayaran, sesuai prinsip safety first, zero accident yang diusung Pelni .
Evaluasi dan Tindakan Tegas
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi pihak manajemen KM Pangrango dan PT Pelni secara keseluruhan untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap prosedur pelayanan penumpang, khususnya dalam menangani proses naik turun penumpang di pelabuhan.