berita

Menkeu Purbaya: Penjualan Mobil Naik 32,9 Persen, Bukti Permintaan Domestik Indonesia Masih Kuat

Rabu, 5 Agustus 2026 | 13:27 WIB
Menkeu Purbaya: Penjualan Mobil Naik 32,9 Persen, Bukti Permintaan Domestik Indonesia Masih Kuat

TANGERANG, MAHATVA.ID – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa pertumbuhan penjualan kendaraan bermotor menjadi salah satu indikator kuat yang menunjukkan permintaan domestik Indonesia tetap terjaga di tengah dinamika ekonomi global.

Hal tersebut disampaikan Purbaya saat menghadiri Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 di Tangerang, Banten, Selasa (4/8/2026).

Berdasarkan data yang dipaparkan, penjualan mobil pada Juni 2026 tumbuh 32,9 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), sementara penjualan sepeda motor meningkat 1,1 persen (yoy). Kenaikan tersebut mencerminkan konsumsi masyarakat dan daya beli yang masih berada pada level positif.

"Kami memonitor setiap variabel yang menunjukkan kondisi ekonomi saat ini maupun ke depan dan bertindak secara cepat untuk memastikan pertumbuhan ekonomi tidak terpengaruh oleh perkembangan negatif di pasar," ujar Purbaya.

Selain penjualan kendaraan, Menkeu juga memaparkan sejumlah indikator ekonomi lainnya yang menunjukkan aktivitas ekonomi domestik terus mengalami penguatan.

Pada Juni 2026, penjualan semen domestik meningkat 13,5 persen (yoy), mencerminkan masih tingginya aktivitas pembangunan dan investasi.

Di sektor energi, konsumsi listrik nasional tumbuh 10,8 persen (yoy), dengan rincian:

  • Konsumsi rumah tangga naik 12,3 persen.

  • Konsumsi sektor bisnis meningkat 10 persen.

  • Konsumsi sektor industri bertambah 6,5 persen.

Sementara itu, Indeks Konsumsi Ritel juga terus meningkat hingga mencapai 123,3, yang menunjukkan aktivitas belanja masyarakat masih terjaga dan menjadi penopang pertumbuhan ekonomi nasional.

Menurut Purbaya, berbagai indikator tersebut memperlihatkan bahwa fondasi ekonomi Indonesia masih cukup kuat di tengah tantangan global.

"Pemerintah akan terus menjaga momentum pertumbuhan melalui kebijakan fiskal yang responsif sehingga permintaan domestik tetap menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional," katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Purbaya menekankan bahwa industri otomotif memiliki peran strategis dalam mendorong perekonomian Indonesia.

Halaman:

Terkini