berita

Smart Farming BI Riau Tingkatkan Produktivitas Padi Petani Siak hingga 10 Persen

Selasa, 4 Agustus 2026 | 14:24 WIB
Smart Farming BI Riau Tingkatkan Produktivitas Padi Petani Siak hingga 10 Persen

SIAK, MAHATVA.ID – Program pengembangan pertanian berbasis smart farming yang dijalankan Bank Indonesia (BI) Provinsi Riau bersama Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Mulia Tani di Kecamatan Bungaraya, Kabupaten Siak, berhasil meningkatkan produktivitas padi sekitar 10 persen. Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa penerapan teknologi pertanian modern mampu meningkatkan hasil panen sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

Capaian tersebut disampaikan dalam kegiatan Panen Raya Padi Gapoktan Mulia Tani binaan BI Provinsi Riau yang mengusung tema "Panen Raya Petani Modern Menuju Ekonomi Hijau dan Berkelanjutan" di Kampung Jayapura, Kecamatan Bungaraya, Senin (3/8/2026).

Bupati Siak Afni Zulkifli mengapresiasi semangat para petani yang tetap konsisten mengelola lahan pertanian meski menghadapi keterbatasan pasokan air, terutama saat musim kemarau.

Menurutnya, Kecamatan Bungaraya merupakan salah satu sentra produksi padi di Kabupaten Siak yang memiliki potensi besar untuk terus berkembang melalui dukungan inovasi teknologi pertanian.

"Kami mengapresiasi bapak-ibu para petani. Banyak tantangan yang dihadapi mereka, tetapi petani kita di sini luar biasa dan rajin. Petani di Bungaraya ini bisa dikategorikan sebagai petani sawah tadah hujan karena tidak selamanya air tersedia. Saat musim kemarau, mereka menghadapi keterbatasan air," ujar Afni.

Ia optimistis produktivitas pertanian akan meningkat lebih tinggi apabila kerja keras petani didukung teknologi modern, ketersediaan air, serta distribusi pupuk yang memadai.

"Kalau petaninya sudah rajin dan gigih seperti petani Bungaraya, kemudian didukung teknologi, pasokan air yang baik, dan pupuk yang tersedia, saya yakin Bungaraya akan menjadi jauh lebih luar biasa dari yang kita lihat hari ini," katanya.

Sementara itu, perwakilan Bank Indonesia Provinsi Riau, Panji Ahmad, mengatakan program pendampingan smart farming yang telah berjalan lebih dari satu tahun mulai memberikan hasil nyata bagi petani.

Menurutnya, peningkatan produktivitas sekitar 10 persen menjadi indikator keberhasilan penerapan teknologi pertanian presisi yang dilakukan secara berkelanjutan.

"Alhamdulillah, dalam kurun waktu lebih dari satu tahun, program tersebut mulai menunjukkan hasil secara nyata. Dampak positifnya tercermin dari peningkatan produktivitas sekitar sepuluh persen," ujar Panji.

Program tersebut mencakup berbagai inovasi pertanian modern, mulai dari penggunaan benih unggul berkualitas, pemupukan berbasis kebutuhan tanaman, pengendalian hama dan penyakit secara tepat, hingga pemanfaatan alat dan mesin pertanian modern guna meningkatkan efisiensi produksi.

Ketua Gapoktan Mulia Tani, Yanto Sukanto, menilai keberhasilan panen raya merupakan hasil kolaborasi antara petani dan Bank Indonesia dalam menerapkan teknologi pertanian yang lebih efektif dan berkelanjutan.

"Bagi kami para petani, panen raya bukan sekadar memanen hasil tanaman, tetapi menjadi puncak dari perjuangan panjang. Bersama Bank Indonesia kami menerapkan teknologi tepat guna, seperti penggunaan benih unggul berkualitas, pengendalian hama dan penyakit secara efektif, penggunaan alat dan mesin pertanian modern, hingga teknik pemupukan yang lebih terukur," kata Yanto.

Program smart farming yang dikembangkan BI Provinsi Riau diharapkan dapat menjadi model pengembangan pertanian modern di berbagai daerah. Selain meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani, penerapan teknologi pertanian presisi juga mendukung terwujudnya sistem pertanian yang ramah lingkungan, efisien, dan berkelanjutan sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan nasional.

Terkini