berita

Menhub Temukan 5 Anak Tak Tercatat di Manifes KMP Mutiara Sentosa 2

Senin, 3 Agustus 2026 | 13:14 WIB
Menhub Temukan 5 Anak Tak Tercatat di Manifes KMP Mutiara Sentosa 2

SURABAYA, MAHATVA.ID – Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengungkapkan adanya lima anak yang berada di atas KMP Mutiara Sentosa 2 saat kapal tersebut terbakar di Perairan Sumenep, Madura, Jawa Timur, namun tidak tercantum dalam manifes penumpang.

Kelima anak tersebut diketahui berada di antara ratusan penumpang yang berhasil dievakuasi menggunakan Kapal Meratus Pematang Siantar dan tiba di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, pada Senin (3/8/2026) dini hari.

Menurut Dudy, temuan tersebut menjadi perhatian serius karena manifes merupakan dokumen utama yang digunakan untuk memastikan jumlah penumpang saat terjadi keadaan darurat.

"Nah, itu ada lima anak yang tidak tercatat dalam manifes," ujar Dudy Purwagandhi, Senin (3/8/2026).

Ia menegaskan seluruh penumpang, tanpa terkecuali, wajib tercatat sebelum kapal diberangkatkan. Pendataan yang akurat sangat penting untuk mengetahui jumlah orang yang berada di atas kapal apabila terjadi kecelakaan.

"Mestinya kan setiap penumpang yang ada di dalam kapal semua harus tercatat," tegasnya.

Dudy menjelaskan, pencatatan manifes juga berkaitan langsung dengan aspek keselamatan pelayaran, termasuk penyediaan perlengkapan keselamatan seperti jaket pelampung yang harus disesuaikan dengan jumlah dan kategori usia penumpang.

Menurutnya, anak-anak memerlukan life jacket dengan ukuran khusus sehingga keberadaan mereka harus tercatat secara lengkap dalam manifes.

"Ini kaitannya dengan hak mereka kalau terjadi apa-apa. Kemudian juga penyiapan life jacket dan segala macam itu kan kalau untuk anak harus ada ukurannya," jelasnya.

Pemerintah Cocokkan Data Penumpang

Hingga saat ini, Kementerian Perhubungan masih melakukan pencocokan data manifes dengan kondisi faktual para penumpang yang berhasil dievakuasi dari KMP Mutiara Sentosa 2.

Proses tersebut dilakukan karena ditemukan sejumlah perbedaan data, termasuk adanya penumpang yang telah membatalkan perjalanan tetapi namanya masih tercantum dalam manifes.

"Ada juga yang mestinya tidak berangkat, sudah membatalkan, tapi di manifest masih ada," kata Dudy.

Pemerintah masih menunggu kedatangan beberapa kapal yang membawa penumpang hasil evakuasi sebelum proses identifikasi diselesaikan.

Halaman:

Terkini