berita

Isu Pagar Mal Jadi Sorotan, Lippo dan Pakuwon Tegaskan Hanya Inisiatif Manajemen Lokal

Minggu, 2 Agustus 2026 | 15:43 WIB
Isu Pagar Mal Jadi Sorotan, Lippo dan Pakuwon Tegaskan Hanya Inisiatif Manajemen Lokal

Optimisme tersebut, lanjut James, tercermin dari perkembangan industri pusat perbelanjaan yang masih menunjukkan tren positif. Bahkan, permintaan ruang usaha dari tenant disebut lebih besar dibandingkan ketersediaan ruang di berbagai pusat perbelanjaan modern.

"Sekarang justru kekurangan ruang. Permintaan untuk membuka toko lebih besar daripada pasokan ruang di pusat perbelanjaan modern. Ini masa emas bagi bisnis mal," katanya.

Saat ini, Lippo Group mengelola 106 pusat perbelanjaan, yang terdiri atas 71 mal dan 35 shopping center di lebih dari 29 kota di Indonesia.

Menurut James, tingginya permintaan ruang usaha menjadi indikator kuat bahwa dunia usaha masih memiliki kepercayaan tinggi terhadap prospek ekonomi nasional.

"Kalau situasi tidak aman, tentu para tenant tidak akan berlomba membuka toko. Fakta bahwa pengembang terus berekspansi menunjukkan kepercayaan pelaku usaha terhadap prospek ekonomi Indonesia tetap kuat," tegasnya.

James kembali menegaskan bahwa pemasangan pagar di beberapa lokasi hanyalah kasus yang bersifat terisolasi dan tidak mencerminkan kondisi industri pusat perbelanjaan secara keseluruhan.

"Itu hanya inisiatif manajemen lokal, bukan kebijakan pemilik ataupun kantor pusat. Bahkan setelah dikonfirmasi, pagar seperti itu memang tidak diperlukan," ujarnya.

Sementara itu, Alexander Tedja juga menyampaikan bahwa isu pemasangan pagar sempat ramai diperbincangkan di media sosial. Namun menurutnya, situasi keamanan Indonesia saat ini tetap kondusif sehingga tidak ada kebutuhan untuk memasang pagar pembatas di pusat-pusat perbelanjaan.

Halaman:

Terkini