berita

Isu Pagar Mal Jadi Sorotan, Lippo dan Pakuwon Tegaskan Hanya Inisiatif Manajemen Lokal

Minggu, 2 Agustus 2026 | 15:43 WIB
Isu Pagar Mal Jadi Sorotan, Lippo dan Pakuwon Tegaskan Hanya Inisiatif Manajemen Lokal

JAKARTA, MAHATVA.ID – Pemilik dua jaringan pusat perbelanjaan terbesar di Indonesia, Lippo Group dan Pakuwon Group, menegaskan kondisi keamanan nasional tetap kondusif sehingga tidak diperlukan pemasangan pagar pembatas di pusat-pusat perbelanjaan. Keduanya memastikan pagar yang sempat terpasang di sejumlah mal merupakan inisiatif manajemen lokal dan bukan kebijakan perusahaan.

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul polemik pemasangan pagar di beberapa pusat perbelanjaan yang sempat menjadi perbincangan publik.

Chairman Lippo Group sekaligus Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Luar Negeri Kadin Indonesia, James T. Riady, mengatakan seluruh mal milik Lippo pernah memasang pagar ketika Indonesia menghadapi kerusuhan pada masa lalu. Namun, seiring membaiknya kondisi keamanan nasional, seluruh pagar tersebut telah lama dibongkar.

"Dulu semua mal memasang pagar ketika terjadi kerusuhan. Sekarang sudah tidak diperlukan lagi karena situasi sudah tenang," ujar James dalam keterangan pers Kadin Indonesia, Jumat (31/7/2026).

Senada, pendiri Pakuwon Group, Alexander Tedja, memastikan pagar yang sempat dipasang di Mal Kota Kasablanka (Kokas), Jakarta Selatan, akan segera dibongkar.

Ia menegaskan pemasangan pagar tersebut merupakan keputusan manajemen setempat tanpa arahan dari pemegang saham maupun kantor pusat perusahaan.

"Itu kebijakan manajemen lokal dan akan segera dibongkar," kata Alexander Tedja.

Maruarar Sirait: Pagar Kokas Akan Dibongkar

Sebelumnya, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, mengaku telah berkomunikasi langsung dengan Alexander Tedja terkait polemik tersebut.

Berdasarkan hasil komunikasi, Alexander memastikan pagar di Kota Kasablanka akan segera dibongkar dan penataan kawasan akan disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku agar tidak menimbulkan persepsi yang keliru di masyarakat.

"Saya juga sudah berbicara langsung dengan Pak Alex Tedja. Beliau mengatakan itu hanya inisiatif manajemen lokal dan akan segera diselesaikan," ujar Maruarar.

Maruarar turut mengapresiasi sikap James Riady dan Alexander Tedja yang secara terbuka menyampaikan bahwa kondisi keamanan Indonesia tetap baik.

"Mereka adalah pemilik mal dan hotel di Indonesia. Sikap kedua pemilik mal ini patut diapresiasi karena situasi keamanan kita memang baik," katanya.

James Riady Optimistis terhadap Ekonomi Nasional

James Riady menilai masyarakat tidak perlu khawatir terhadap kondisi sosial maupun ekonomi nasional. Menurutnya, pemerintah berhasil menjaga daya beli masyarakat melalui berbagai kebijakan strategis, seperti mempertahankan harga BBM bersubsidi, LPG 3 kilogram, dan tarif listrik rumah tangga bersubsidi di tengah gejolak harga energi global.

"Selama BBM subsidi tidak naik, LPG 3 kilogram tidak naik, dan tarif listrik rumah tangga bersubsidi tetap, tidak ada alasan masyarakat gelisah," ujarnya.

Halaman:

Terkini