berita

Program Sahabat Tani UMJ Resmi Ditutup, Dorong Inovasi dan Ketahanan Pangan di Desa Ciburayut

Jumat, 31 Juli 2026 | 22:13 WIB
Program Sahabat Tani UMJ Resmi Ditutup, Dorong Inovasi dan Ketahanan Pangan di Desa Ciburayut

BOGOR, MAHATVA.ID – Program Sahabat Tani yang diinisiasi oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) resmi ditutup pada Jumat (31/7/2026) di Villa Pak Camat, Kampung Panyarang, Desa Ciburayut, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor.

Program yang berlangsung sejak 28 hingga 31 Juli 2026 tersebut melibatkan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) bersama sejumlah kelompok tani, salah satunya Poktan Setia Wargi, sebagai mitra dalam kegiatan pendampingan dan pemberdayaan sektor pertanian.

Selama empat hari pelaksanaan, mahasiswa melakukan berbagai kegiatan mulai dari observasi lapangan, diskusi bersama petani, pendampingan, pemetaan potensi pertanian, sosialisasi digital marketing, hingga praktik pembuatan briket dari limbah padi. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, Karang Taruna, dan masyarakat dalam mendorong pembangunan pertanian yang berkelanjutan.

Kepala Desa Ciburayut, Duloh, S.Sos., menyampaikan apresiasi kepada BEM Fakultas Pertanian UMJ yang telah memilih Desa Ciburayut sebagai lokasi pelaksanaan Program Sahabat Tani.

Menurutnya, kehadiran mahasiswa menjadi bentuk kepedulian nyata terhadap kebutuhan petani melalui penerapan ilmu pengetahuan dan inovasi secara langsung di lapangan.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada BEM Fakultas Pertanian UMJ yang telah melaksanakan Program Sahabat Tani di Desa Ciburayut. Kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat diharapkan mampu memberikan manfaat serta mengakomodasi kebutuhan petani melalui ilmu pengetahuan dan inovasi," ujar Duloh.

Sementara itu, Ketua Karang Taruna Desa Ciburayut, Belgi Alhuda, berharap Program Sahabat Tani tidak berhenti sebagai kegiatan akademik semata, tetapi mampu menghasilkan rekomendasi yang dapat diimplementasikan secara berkelanjutan untuk pengembangan sektor pertanian desa.

"Melalui analisis SWOT yang dilakukan mahasiswa, kita berharap dapat memetakan kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman sektor pertanian di Desa Ciburayut. Hasilnya diharapkan menjadi dasar penyusunan program yang berkelanjutan sehingga potensi pertanian dapat berkembang dan berbagai tantangan dapat dihadapi bersama," kata Belgi.

Ia menambahkan, kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, Karang Taruna, Gapoktan, serta kelompok tani menjadi modal penting dalam membangun pertanian yang lebih produktif, inovatif, dan berdaya saing.

Program Sahabat Tani diharapkan menjadi awal kemitraan jangka panjang yang mampu mendorong lahirnya berbagai inovasi pertanian, meningkatkan kesejahteraan petani, sekaligus memperkuat ketahanan pangan di Desa Ciburayut dan Kabupaten Bogor secara umum.

Terkini