berita

Presiden Prabowo Ingatkan Pamong Praja Agar Jujur, Disiplin, dan Antikorupsi

Kamis, 30 Juli 2026 | 13:21 WIB
Presiden Prabowo Ingatkan Pamong Praja Agar Jujur, Disiplin, dan Antikorupsi

SUMEDANG, MAHATVA.ID – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa setiap Pamong Praja Muda harus menjadi aparatur negara yang senantiasa hadir untuk melayani, melindungi, dan mengayomi masyarakat.

Penegasan tersebut disampaikan Presiden saat memimpin Upacara Pelantikan Pamong Praja Muda (PPM) Angkatan XXXIII Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Tahun 2026 di Kampus IPDN Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Rabu (29/7/2026).

Dalam amanatnya, Presiden mengingatkan bahwa tugas seorang Pamong Praja bukan sekadar menjalankan fungsi administrasi pemerintahan, tetapi juga menjadi pelayan masyarakat yang mampu memberikan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi rakyat.

"Saudara adalah pelayan rakyat. Saudara harus melayani, melindungi, dan mengayomi masyarakat, mengayomi rakyat Indonesia dengan sebaik-baiknya," tegas Presiden Prabowo.

Presiden juga memberikan apresiasi kepada para Pamong Praja Muda Angkatan XXXIII yang telah diterjunkan membantu penanganan bencana di Aceh selama satu bulan sebelum resmi dilantik. Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi bukti bahwa aparatur negara harus siap hadir di tengah masyarakat, terutama saat rakyat menghadapi kesulitan.

"Saudara adalah angkatan Pamong Praja yang telah ikut turun langsung selama satu bulan membantu menangani bencana di Aceh. Sebelum saudara dilantik, saudara sudah dituntut untuk bekerja membantu rakyat di saat rakyat menghadapi kesulitan," ujarnya.

Lebih lanjut, Presiden menegaskan bahwa menjadi Pamong Praja bukan sekadar memperoleh jabatan atau pangkat. Kehormatan seorang aparatur negara ditentukan oleh manfaat nyata yang dirasakan masyarakat melalui pelayanan yang diberikan.

Menurut Presiden, masyarakat membutuhkan birokrasi yang sederhana, cepat, bersih, dan mampu mengambil keputusan secara tepat.

"Rakyat kita tidak membutuhkan birokrasi yang berbelit-belit. Rakyat membutuhkan, bahkan menuntut aparatur yang bekerja jujur, disiplin, bersih, tidak korupsi, berani mengambil keputusan, dan selalu hadir ketika rakyat membutuhkan," kata Presiden.

Prabowo menilai setiap Pamong Praja merupakan representasi negara di tengah masyarakat. Karena itu, setiap kebijakan dan tindakan aparatur akan menentukan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

"Rakyat yang akan merasakan apakah negara peduli dengan rakyatnya atau tidak. Dari keputusan-keputusan saudara, rakyat akan menilai apakah negara layak dipercaya atau tidak. Itu beratnya tugas dan tanggung jawab seorang Pamong Praja. Karena itu, bekerjalah dengan sebaik-baiknya," tegasnya.

Presiden juga mengingatkan bahwa kualitas pelayanan aparatur memiliki dampak langsung terhadap citra negara di mata masyarakat. Aparatur yang bekerja dengan integritas akan memperkuat kepercayaan publik, sedangkan pelayanan yang buruk dapat merusak kepercayaan masyarakat terhadap negara.

"Kalau saudara bekerja dengan baik, rakyat akan semakin percaya dan semakin cinta kepada negaranya. Tapi kalau saudara mengecewakan rakyat, yang rusak bukan hanya nama saudara, melainkan kepercayaan rakyat kepada negara," pungkas Presiden.

Pelantikan Pamong Praja Muda Angkatan XXXIII IPDN Tahun 2026 diharapkan menjadi momentum lahirnya aparatur pemerintahan yang profesional, berintegritas, serta mampu memberikan pelayanan publik yang berkualitas demi mendukung pembangunan nasional.

Terkini