berita

Rudy Susmanto Tinjau SDN 05 Lulut, Pemkab Bogor Gerak Cepat Atasi Krisis Air Bersih

Selasa, 28 Juli 2026 | 13:49 WIB
Rudy Susmanto Tinjau SDN 05 Lulut, Pemkab Bogor Gerak Cepat Atasi Krisis Air Bersih

BOGOR, MAHATVA.ID – Bupati Bogor Rudy Susmanto terus memperkuat budaya pemerintahan yang hadir di tengah masyarakat melalui program Kami Mendengar, sebuah inovasi yang dilaksanakan setiap hari Senin dengan turun langsung ke lapangan untuk menyerap aspirasi warga sekaligus memastikan setiap persoalan masyarakat segera mendapatkan solusi nyata.

Dalam kegiatan tersebut, Rudy Susmanto bersama jajaran perangkat daerah mengunjungi SD Negeri 05 Lulut, Desa Lulut, Kecamatan Klapanunggal, Senin (27/7/2026). Kunjungan dilakukan untuk melihat langsung kondisi sarana dan prasarana sekolah yang mengalami berbagai keterbatasan, termasuk krisis air bersih akibat musim kemarau.

Rudy menjelaskan, program Kami Mendengar sebelumnya telah dilaksanakan secara serentak di lebih dari 100 sekolah di Kabupaten Bogor sebelum masa libur sekolah.

Menurutnya, sebagai daerah dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia dan memiliki jumlah SD serta SMP negeri terbanyak, kebijakan pembangunan harus lahir dari kondisi riil di lapangan, bukan sekadar berdasarkan laporan administrasi.

"Ketika kita ingin melakukan percepatan pembangunan infrastruktur sekaligus pembangunan sumber daya manusia, kita harus melihat langsung kondisi yang sebenarnya. Karena itu saya meminta Dinas Pendidikan mencari sekolah yang paling membutuhkan perhatian agar pemerintah dapat menentukan langkah penanganan yang tepat," ujar Rudy Susmanto.

Selain meninjau kondisi bangunan sekolah, Bupati Bogor juga memastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan dengan baik.

Rudy bahkan berdialog langsung dengan para siswa tanpa memberikan arahan agar memperoleh masukan yang objektif mengenai pelaksanaan program tersebut.

"Anak-anak menyampaikan harapan mereka dengan jujur dan apa adanya. Mereka berharap Program Makan Bergizi Gratis terus dilaksanakan. Masukan seperti ini menjadi perhatian kami karena pembangunan harus dimulai dari kebutuhan masyarakat, termasuk kebutuhan anak-anak," katanya.

Dari hasil kunjungan lapangan tersebut, Pemerintah Kabupaten Bogor langsung menetapkan langkah cepat untuk mengatasi persoalan yang dihadapi sekolah.

Salah satunya adalah melakukan pengeboran sumur dalam guna mengatasi krisis air bersih yang menyebabkan empat toilet sekolah tidak dapat difungsikan akibat musim kemarau.

Langkah tersebut menjadi bukti bahwa program Kami Mendengar tidak berhenti pada penyerapan aspirasi, tetapi langsung diikuti dengan penyusunan solusi konkret.

Rudy mengungkapkan, penyelesaian persoalan masyarakat membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, dunia usaha hingga masyarakat.

Menurutnya, melalui program Kami Mendengar, berbagai pihak dapat dipertemukan untuk bersama-sama menghadirkan solusi.

"Melalui program Kami Mendengar, kami mempertemukan pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat untuk bersama-sama menyelesaikan persoalan. Tadi bahkan ada yang langsung menyatakan siap membantu pembangunan toilet, ada yang siap mendukung perluasan lahan, dan ada pula yang membantu kebutuhan lainnya. Inilah semangat gotong royong yang ingin terus kita bangun," ungkap Rudy.

Halaman:

Terkini