BOGOR, MAHATVA.ID – Penjaga gawang Timnas Indonesia, Nadeo Argawinata, menyatakan optimismenya bahwa skuad Garuda mampu mengakhiri penantian panjang dengan meraih gelar juara ASEAN Hyundai Cup 2026 di bawah arahan pelatih John Herdman.
Menurut Nadeo, kehadiran John Herdman membawa semangat baru bagi Timnas Indonesia, terutama dalam membangun kekompakan dan identitas permainan selama menjalani pemusatan latihan di Bali.
"Saya rasa dengan hadirnya Coach John saat ini, beserta apa yang beliau bawa ke dalam tim, kami fokus selama menjalani pemusatan latihan di Bali untuk membangun koneksi dan kebersamaan. Kami ingin membangun chemistry antarpemain, antara pemain dengan pelatih, serta seluruh elemen yang ada di dalam tim. Itulah fokus utama kami saat ini, membangunnya secara bertahap atau step by step, seperti yang selalu disampaikan Coach John," ujar Nadeo.
Ia menilai fondasi atau fundamental permainan menjadi aspek yang paling penting dalam proses pembentukan tim saat ini.
"Saya rasa itu adalah sesuatu yang benar dan harus kami jalani," katanya.
Nadeo mengungkapkan seluruh pemain memiliki tekad besar untuk membawa Indonesia meraih gelar perdana di ajang yang sebelumnya dikenal sebagai Piala AFF.
Selama lebih dari tiga dekade mengikuti turnamen sepak bola terbesar di Asia Tenggara tersebut, Timnas Indonesia belum pernah berhasil mengangkat trofi juara.
"Target kami tentu ingin menjadi juara. Setelah 30 tahun belum pernah meraih gelar Piala AFF, tentu kami memiliki keinginan besar untuk menjadi juara. Kami percaya pada proses yang sedang dijalani, dan semoga hal itu bisa terwujud pada edisi turnamen kali ini," ungkapnya.
Menjelang pertandingan pembuka menghadapi Kamboja, Nadeo memastikan seluruh pemain tetap memberikan respek penuh kepada calon lawannya.
Menurutnya, tim pelatih telah melakukan analisis mendalam terhadap permainan Kamboja sehingga para pemain tinggal menjalankan strategi yang telah dipersiapkan.
"Timnas Kamboja sendiri, saya yakin tim pelatih, termasuk Coach John, sudah melakukan analisis terhadap permainan mereka, termasuk mengetahui kekuatan-kekuatan yang mereka miliki," ujarnya.
Meski Kamboja sebelumnya kalah 1-2 dari Singapura, Nadeo menegaskan hasil tersebut tidak membuat Indonesia memandang remeh lawannya.
"Kami menyadari bahwa pertandingan pertama tidak akan mudah. Memang kami melihat Kamboja sebelumnya kalah 1-2 dari Singapura, tetapi hasil tersebut sama sekali tidak membuat kami menganggap mereka sebagai tim yang mudah dikalahkan. Tidak sama sekali. Kami tetap memberikan rasa hormat dan fokus penuh menghadapi mereka," tegasnya.
Nadeo menambahkan, sesuai arahan John Herdman, fokus utama Timnas Indonesia bukan hanya pada kekuatan lawan, tetapi juga membangun identitas permainan sendiri.