berita

Diduga Ledakan Pipa Gas Tanam di Medan Polonia, Basarnas Masih Cari Dua Korban Tertimbun Reruntuhan

Selasa, 21 Juli 2026 | 17:18 WIB
Diduga Ledakan Pipa Gas Tanam di Medan Polonia, Basarnas Masih Cari Dua Korban Tertimbun Reruntuhan

MEDAN, MAHATVA.ID – Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Medan bersama unsur SAR gabungan terus melakukan operasi pencarian terhadap dua korban yang diduga masih tertimbun reruntuhan bangunan akibat dugaan ledakan pipa gas tanam di Kelurahan Suka Damai, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan, Senin (20/7/2026).

Peristiwa tersebut terjadi pada Senin sore. Informasi kejadian diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan sekitar pukul 18.40 WIB dari personel Brimob Polda Sumatera Utara. Menindaklanjuti laporan tersebut, Basarnas Medan langsung mengerahkan 15 personel beserta peralatan Urban Search and Rescue (USAR) menuju lokasi.

Setibanya di lokasi, Tim Rescue Basarnas berkoordinasi dengan Brimob Polda Sumut, TNI Angkatan Udara, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Medan, serta unsur SAR gabungan lainnya untuk melakukan asesmen awal sebelum operasi pencarian dimulai.

Dalam operasi tersebut, Tim SAR Gabungan membagi personel ke dalam tiga Search and Rescue Unit (SRU).

SRU 1 bertugas melakukan pencarian dan identifikasi korban menggunakan drone thermal untuk mendeteksi keberadaan korban di bawah reruntuhan.

SRU 2 melaksanakan pencarian melalui metode Area Search Rescue (ASR) dengan melakukan sektorisasi area sekaligus mengidentifikasi potensi bahaya di lokasi kejadian.

Sementara SRU 3 melakukan pembukaan akses menggunakan peralatan ekstrikasi pada titik-titik prioritas yang diduga menjadi lokasi korban tertimbun material bangunan.

Berdasarkan data sementara, terdapat tujuh orang berada di lokasi saat kejadian.

Empat orang berhasil menyelamatkan diri, yakni seorang balita bernama Jeavelin (2), Hasan, seorang sopir, dan seorang kurir.

Sementara itu, satu korban berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan telah dievakuasi ke RS Bhayangkara. Identitas korban masih dalam proses pendataan oleh petugas.

Sedangkan dua korban lainnya hingga kini masih dalam pencarian karena diduga masih berada di bawah reruntuhan bangunan.

Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur, di antaranya Basarnas Medan, Brimob Polda Sumut, Direktorat Samapta Polda Sumut, TNI AU, Dinas Pekerjaan Umum Kota Medan, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Medan, Saka SAR, serta pemerintah setempat.

Tim juga didukung berbagai peralatan seperti Rescue Truck, Rescue Car Double Cabin, drone thermal, crane, peralatan mountaineering, alat ekstrikasi, peralatan medis, hingga perangkat komunikasi.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan sekaligus Search Mission Coordinator (SMC), Hery Marantika, menegaskan bahwa proses pencarian akan terus dilakukan secara maksimal dengan tetap mengutamakan keselamatan personel.

Halaman:

Terkini