berita

Pemkab Bogor Percepat Antisipasi Kekeringan Demi Lindungi Masyarakat dan Pertanian

Selasa, 21 Juli 2026 | 13:25 WIB
Pemkab Bogor Percepat Antisipasi Kekeringan Demi Lindungi Masyarakat dan Pertanian

BOGOR, MAHATVA.ID – Bupati Bogor Rudy Susmanto memimpin rapat koordinasi pembahasan upaya terpadu penanganan kekeringan di Aula Soekarno-Hatta, Pendopo Bupati Bogor, Senin (20/7/2026). Langkah ini dilakukan sebagai bentuk kesiapsiagaan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor dalam menghadapi musim kemarau dan meminimalkan dampak kekeringan bagi masyarakat.

Rapat koordinasi tersebut melibatkan berbagai perangkat daerah untuk memastikan seluruh langkah antisipasi telah dipersiapkan sejak dini, mulai dari distribusi air bersih hingga penguatan sumber daya air.

Dalam arahannya, Rudy Susmanto menegaskan bahwa Pemkab Bogor memilih mengambil langkah preventif dibanding menunggu kondisi menjadi darurat.

"Lebih baik bersiap sebelum darurat. Itulah prinsip kami dalam mengantisipasi potensi kekeringan di Kabupaten Bogor," ujar Rudy Susmanto.

Menurutnya, koordinasi lintas sektor menjadi kunci agar seluruh perangkat daerah memiliki langkah yang sama dalam menghadapi potensi kekeringan selama musim kemarau.

Rudy menjelaskan, hingga saat ini distribusi bantuan air bersih telah menjangkau 20 kecamatan, 97 desa, dan 105 titik lokasi yang membutuhkan pasokan air bersih.

Selain mendistribusikan air bersih kepada masyarakat, Pemkab Bogor juga memperkuat berbagai upaya antisipatif, termasuk penguatan sumber-sumber air dan kesiapan penetapan status tanggap darurat apabila kondisi di lapangan mengharuskannya.

Langkah tersebut dilakukan agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal selama musim kemarau berlangsung.

Pemerintah Kabupaten Bogor juga memberikan perhatian khusus terhadap sektor pertanian dan perikanan yang berpotensi terdampak kekeringan.

Ketersediaan air menjadi faktor penting untuk menjaga produktivitas pertanian serta keberlangsungan usaha masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari sektor tersebut.

Karena itu, upaya mitigasi tidak hanya difokuskan pada pemenuhan kebutuhan air bersih rumah tangga, tetapi juga menjaga keberlangsungan aktivitas ekonomi masyarakat.

Rudy Susmanto menegaskan bahwa pendekatan preventif menjadi strategi utama Pemkab Bogor dalam menghadapi ancaman bencana kekeringan.

"Bagi kami, mencegah lebih baik daripada mengatasi. Kami hadir lebih awal dan bekerja lebih cepat untuk melindungi masyarakat Kabupaten Bogor," tegasnya.

Melalui koordinasi lintas sektor yang terus diperkuat, Pemkab Bogor berkomitmen memastikan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau sehingga dampak kekeringan dapat diminimalkan, pelayanan publik tetap berjalan, serta kebutuhan masyarakat terhadap air bersih dapat terpenuhi.

Terkini