berita

AS Kembali Gempur Iran Malam Ketujuh Berturut-turut, Teheran Ancam Serangan Balasan Besar

Minggu, 19 Juli 2026 | 15:09 WIB
AS Kembali Gempur Iran Malam Ketujuh Berturut-turut, Teheran Ancam Serangan Balasan Besar

TEHERAN, MAHATVA.ID – Angkatan Darat Amerika Serikat (AS) kembali melancarkan serangan militer terhadap sejumlah wilayah di Iran untuk malam ketujuh berturut-turut, sementara pejabat militer Iran memperingatkan akan melakukan serangan balasan dalam skala besar apabila operasi militer Washington terus berlanjut.

Mengutip laporan Al Jazeera, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) melalui pernyataan di platform X menyebut operasi militer dimulai sekitar pukul 19.00 GMT atau 22.30 waktu Iran.

CENTCOM menyatakan operasi tersebut dilakukan atas arahan Panglima Tertinggi Amerika Serikat dengan tujuan melemahkan kemampuan militer Iran.

"Operasi ini dirancang untuk terus melemahkan kemampuan militer Iran," tulis CENTCOM.

Dalam operasi tersebut, militer AS mengerahkan pesawat tempur, pesawat nirawak (drone), serta kapal perang untuk menyerang sejumlah target yang diklaim sebagai fasilitas militer Iran.

Sasaran serangan meliputi lokasi pengawasan, infrastruktur logistik militer, gudang persenjataan bawah tanah, hingga kemampuan maritim Iran di sejumlah wilayah, antara lain Jask, Sirik, Bushehr, Bandar Abbas, Pulau Qeshm, Ahvaz, dan Yazd.

Sementara itu, media pemerintah Iran melaporkan sejumlah ledakan terjadi di berbagai wilayah.

Kantor berita resmi IRNA menyebut sedikitnya lima ledakan terdengar di Provinsi Yazd pada dini hari Sabtu.

Televisi pemerintah Iran juga melaporkan tiga ledakan mengguncang Kota Sirik, sedangkan kantor berita Mehr menyebut suara ledakan terdengar di beberapa provinsi bagian selatan Iran.

Media pemerintah Iran melaporkan sedikitnya tiga orang meninggal dunia dan delapan lainnya mengalami luka-luka akibat serangan yang terjadi di Provinsi Hormozgan, wilayah yang berbatasan langsung dengan Selat Hormuz.

Di tengah meningkatnya eskalasi konflik, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mengeluarkan peringatan perjalanan bagi warganya yang berada atau berencana bepergian ke kawasan Timur Tengah.

Pemerintah AS meminta masyarakat untuk mempertimbangkan kembali perjalanan ke wilayah tersebut karena situasi keamanan dinilai masih sangat dinamis dan berpotensi berubah secara cepat.

Warga negara Amerika yang telah berada di kawasan Timur Tengah juga diminta meningkatkan kewaspadaan, terus memantau perkembangan situasi, serta memastikan kembali jadwal penerbangan dengan maskapai sebelum melakukan perjalanan.

Meningkatnya intensitas konflik juga memunculkan kekhawatiran akan meluasnya perang ke kawasan yang lebih luas.

Halaman:

Terkini