GRESIK, MAHATVA.ID – Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Surabaya terus memperkuat kualitas pendidikan vokasi maritim melalui pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning). Sebanyak 106 Taruna Program Studi D-IV Transportasi Laut Tingkat I mengikuti kunjungan industri ke PT Berlian Manyar Sejahtera (BMS) yang berada di kawasan Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE), Gresik.
Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi Poltekpel Surabaya dalam mengenalkan dunia kerja secara langsung kepada taruna sejak dini. Melalui kunjungan tersebut, peserta memperoleh pemahaman mengenai operasional pelabuhan modern, sistem logistik nasional, hingga proses bisnis di sektor kepelabuhanan.
Direktur Poltekpel Surabaya, Moejiono, mengatakan bahwa pengenalan lingkungan industri merupakan bagian penting dalam membentuk lulusan yang profesional, adaptif, dan siap bersaing di dunia kerja.
"Kami ingin memberikan gambaran nyata mengenai ekosistem kepelabuhanan dan logistik kepada taruna. Dengan demikian, mereka tidak hanya menguasai teori di ruang kelas, tetapi juga memahami proses bisnis serta tantangan nyata yang dihadapi industri maritim saat ini. Selain itu, kegiatan ini juga memperkuat sinergi antara institusi pendidikan vokasi dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI)," ujarnya sebagaimana siaran pers yang diterima, Sabtu (18/7/2026).
Selama kunjungan, para taruna diperkenalkan dengan berbagai aktivitas operasional pelabuhan modern, mulai dari pelayanan kapal, proses bongkar muat, pengelolaan terminal, hingga sistem integrasi logistik yang menjadi tulang punggung rantai pasok nasional.
Mereka juga mendapatkan penjelasan mengenai pemanfaatan teknologi digital serta sistem manajemen pelabuhan yang diterapkan untuk meningkatkan efisiensi pelayanan logistik dan daya saing sektor maritim Indonesia.
Perwakilan PT Berlian Manyar Sejahtera, Andietya Eka Nurwignya, menyambut positif kolaborasi dengan Poltekpel Surabaya. Menurutnya, kerja sama antara dunia pendidikan dan industri menjadi faktor penting dalam mencetak sumber daya manusia maritim yang kompeten.
Ia mengungkapkan bahwa rombongan Taruna Poltekpel Surabaya menjadi peserta terbesar yang pernah diterima perusahaan dalam program edukasi industri.
"Sinergi antara lembaga pendidikan dan dunia industri sangat penting untuk menghasilkan lulusan yang kompeten dan siap menghadapi kebutuhan sektor maritim. Kami berharap kerja sama dengan Poltekpel Surabaya dapat terus terjalin dan semakin erat demi mendukung kemajuan maritim Indonesia," katanya.
Kegiatan ini juga menghadirkan sejumlah alumni Poltekpel Surabaya yang kini berkarier di PT Berlian Manyar Sejahtera. Mereka berbagi pengalaman mengenai perjalanan karier di industri pelayaran sekaligus memberikan motivasi kepada para taruna agar terus meningkatkan kompetensi teknis, kemampuan komunikasi, karakter profesional, serta penguasaan soft skills.
Program kunjungan industri tersebut merupakan implementasi pembelajaran berbasis pengalaman yang terus dikembangkan Poltekpel Surabaya dalam mendukung peningkatan kualitas lulusan transportasi.
Upaya tersebut juga menjadi bagian dari komitmen Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Perhubungan dalam mencetak lulusan yang unggul, adaptif, serta mampu menjawab kebutuhan industri transportasi dan logistik yang terus berkembang.
Program ini sekaligus sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas, meningkatkan daya saing nasional, serta mendorong transformasi sektor maritim melalui pendidikan vokasi yang selaras dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.