berita

24 Tahun Mengelola Hulu Migas: Dari BP Migas ke SKK Migas, Menjaga Energi Indonesia Tetap Menyala

Jumat, 17 Juli 2026 | 14:54 WIB
24 Tahun Mengelola Hulu Migas: Dari BP Migas ke SKK Migas, Menjaga Energi Indonesia Tetap Menyala

Djoko mengungkapkan sejumlah capaian penting selama periode 2023–2026, di antaranya:

  • Penyelesaian pengelolaan sumur masyarakat melalui Permen ESDM Nomor 14 Tahun 2025, sehingga aktivitas penambangan masyarakat memperoleh kepastian hukum.

  • Terbangunnya Pipa West Natuna Transportation System (WNTS) yang sempat tertunda lebih dari satu dekade.

  • Migas Non Konvensional (MNK) yang selama lebih dari 40 tahun belum berkembang kini resmi memperoleh Plan of Development (POD), disertai penemuan cadangan baru melalui pengeboran eksplorasi.

  • Indonesia segera memiliki Floating LNG (FLNG) terbesar pertama di Indonesia dan peringkat kesembilan terbesar di dunia.

  • Penemuan cadangan migas besar di wilayah Offshore Kalimantan Timur dan Andaman, yang telah memperoleh persetujuan POD.

  • Fleksibilitas bagi KKKS dalam memilih skema kontrak Production Sharing Contract Gross Split (PSC GS) maupun Cost Recovery (PSC CR).

  • Pembangunan proyek Carbon Capture Utilization (CCU) di Papua dengan nilai investasi sekitar US$7,1 miliar, yang disebut sebagai salah satu proyek terbesar di dunia.

  • Nilai Procurement List (Proklist) tahun 2026 mencapai sekitar US$54 miliar, terbesar sepanjang sejarah industri hulu migas Indonesia.

  • Penandatanganan berbagai Perjanjian Jual Beli Gas Bumi (PJBG) bernilai ribuan triliun rupiah.

  • Pengembangan mini LNG dan LPG untuk memperkuat pasokan energi domestik.

  • Optimalisasi pemanfaatan gas Natuna dan pengalihan sebagian komitmen ekspor LNG guna memenuhi kebutuhan industri dalam negeri, khususnya di Sumatera, Batam, dan Jawa.

Selain itu, sejumlah program strategis lain juga tengah berjalan, antara lain:

  • Survei seismik sepanjang 11.000 kilometer di perairan Kalimantan Timur yang menjadi survei seismik terpanjang dalam sejarah Indonesia.

  • Implementasi Enhanced Oil Recovery (EOR) yang terus berkembang dan mulai menunjukkan peningkatan produksi signifikan di berbagai lapangan migas tua.

Halaman:

Terkini