KENDAL, MAHATVA.ID – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Terbuka Kelas IIB Kendal terus memperkuat pembinaan kepribadian bagi warga binaan melalui kegiatan keagamaan yang dilaksanakan secara rutin. Salah satu program yang konsisten digelar adalah pembacaan Surah Yasin dan tahlil setiap Kamis malam dengan menghadirkan penyuluh agama dari Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kendal, Kamis (16/7/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Masjid Al-Hadi Lapas Terbuka Kendal tersebut diikuti seluruh warga binaan dengan penuh khidmat. Pembinaan rohani kali ini dipimpin oleh Penyuluh Agama Islam Kemenag Kabupaten Kendal, Ustad Sobirin.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan Surah Yasin dan tahlil bersama sebagai upaya meningkatkan keimanan dan ketakwaan warga binaan. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan ceramah agama bertema "Salat sebagai Tiang Agama" yang mengajak peserta memahami pentingnya salat sebagai pondasi utama dalam kehidupan.
Dalam tausiyahnya, Ustad Sobirin menekankan bahwa salat bukan hanya kewajiban seorang Muslim, tetapi juga menjadi sarana membentuk karakter yang disiplin, bertanggung jawab, dan lebih dekat kepada Allah SWT.
"Salat bukan hanya kewajiban, tetapi juga sarana mendekatkan diri kepada Allah dan membentuk karakter yang disiplin. Jika salat dapat dijaga dengan baik, maka insyaallah perilaku dan kehidupan kita juga akan menjadi lebih baik," ujar Ustad Sobirin.
Penyampaian materi yang komunikatif dan mudah dipahami membuat warga binaan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan antusias. Program pembinaan spiritual ini menjadi bagian penting dalam membentuk kesadaran diri sekaligus mempersiapkan warga binaan menjalani kehidupan yang lebih baik setelah bebas nanti.
Di kesempatan terpisah, Kepala Lapas Terbuka Kendal, Nu'man Fauzi, menegaskan bahwa pembinaan keagamaan merupakan salah satu pilar utama dalam sistem pemasyarakatan yang berorientasi pada perubahan perilaku dan pembentukan karakter.
Menurutnya, pembinaan tidak hanya difokuskan pada peningkatan keterampilan kerja, tetapi juga harus menyentuh aspek mental dan spiritual agar warga binaan memiliki bekal moral ketika kembali ke masyarakat.
"Kami berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program pembinaan yang mampu menyentuh aspek mental dan spiritual warga binaan. Melalui kegiatan yasinan, tahlil, dan ceramah agama yang dilaksanakan secara rutin, kami berharap dapat menumbuhkan kesadaran, memperkuat nilai-nilai keimanan, serta membentuk pribadi yang lebih baik sehingga mereka siap kembali menjadi anggota masyarakat yang produktif dan bertanggung jawab," ungkap Nu'man Fauzi.
Melalui kegiatan tersebut, Lapas Terbuka Kendal terus menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan sistem pemasyarakatan yang humanis, tidak hanya berorientasi pada pembinaan keterampilan, tetapi juga penguatan nilai-nilai keagamaan sebagai bekal reintegrasi sosial warga binaan.